Semua yang Perlu Kamu Ketahui tentang Gangguan Bipolar

Apr 14, 2017 by Kanya Anindita

Istilah bipolar disorder tentunya sudah cukup sering kita dengar dari TV atau film. Akan tetapi, mungkin banyak dari kita yang belum mendapatkan penjelasan yang detil mengenai gangguan bipolar. Gangguan mental ini sering disamakan dengan skizofrenia. Padahal, meskipun sama-sama bisa mengganggu kejiwaan, keduanya memiliki penyebab serta gejala yang berbeda.

Bipolar atau yang juga dikenal sebagai gangguan manik depresif adalah gangguan mental yang menyerang kondisi kejiwaan seseorang yang ditandai dengan perubahan mood yang sangat ekstrem sehingga mempengaruhi pola tidur, energi, pemikiran, dan perilakunya, sedangkan skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang disebabkan oleh masalah pada otak sehingga penderitanya mengalami halusinasi dan delusi yang sulit untuk ditangani. Gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia juga lebih berat dibandingkan dengan gejala yang dialami penderita gangguan bipolar.

Sumber: www.cadabams.org

Sayangnya, sampai sekarang masih banyak orang yang salah menafsirkan gangguan bipolar. Banyak orang yang menganggap bahwa penderita bipolar sangat membahayakan sehingga mereka pantas untuk dijauhi. Nggak sedikit juga dari mereka yang justru memaki seseorang yang menderita bipolar dan menyebutnya gila tanpa mempelajari mental disorder ini terlebih dahulu. Supaya nggak salah paham lagi, kali ini Miignon ingin mengajakmu untuk mengenal gangguan bipolar lebih jauh.

Apa saja gejala dari gangguan bipolar?

gejala gangguan bipolar pic
Sumber: i.quoteaddicts.com

Terdapat dua kondisi yang membedakan suasana hati penderita bipolar, yaitu kondisi mania dan kondisi depresif. Seseorang yang menderita bipolar memiliki suasana hati yang jarang stabil, artinya mereka nggak selalu berada di kondisi yang sama, misalnya bila saat ini mereka berada dalam kondisi mania, maka bisa saja tiba-tiba ia berada di kondisi depresif. Namun, sebagian dari mereka juga bisa berada di kondisi yang sama dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi mania adalah kondisi di mana si penderita bipolar menunjukkan kegembiraan atau kemarahan yang berlebihan. Misalnya, ia tiba-tiba terlalu percaya diri dan sangat berapi-api ketika berbicara, libidonya tiba-tiba meningkat, membuat keputusan secara mendadak, merasa nggak butuh istirahat, dan pokoknya bersikap lebih impulsif dari biasanya. Sementara saat dalam kondisi depresif, ia akan merasa sangat sedih, kehilangan energi, merasa nggak berguna, kehilangan kepercayaan diri, menangis sejadi-jadinya, tidak bersemangat, dan bahkan berpikir untuk mati.

Bagaimana seseorang bisa mengalami bipolar?

Sumber: www.cadabams.org

Biasanya seseorang mulai mengalami bipolar ketika mereka menginjak remaja. Namun, meskipun jarang, gangguan bipolar juga bisa dialami oleh seseorang sejak mereka masih kecil. Bipolar bersifat genetik, jadi seorang ibu atau ayah yang memiliki bipolar bisa menurunkannya ke anak-anak mereka.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan bipolar, yakni faktor biologis yang membuat otak mengalami gangguan, faktor genetik yang sudah turun temurun di keluarga, dan faktor psikososial yang membuatnya depresi. Gejala-gelaja bipolar sangat mungkin untuk dideteksi, jadi bila kamu melihat gejala-gejala di atas pada dirimu atau orang lain, sebaiknya langsung diskusikan dengan psikiater untuk penanganan yang tepat.

Bagaimana cara menyembuhkan gangguan bipolar?

Sumber: Psych Central

Meskipun membutuhkan waktu yang nggak sebentar, gangguan bipolar sangat mungkin untuk disembuhkan. Bipolar dapat disembuhkan melalui dua cara, yakni medis dan psikoterapi. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita bipolar, yakni mood stabilizers seperti carbamazepine (Tegretol), lamotrigin (Lamictal), lithium, atau valproate (Depakote). Terkadang, dokter juga menyarankan obat-obatan antipsikotik seperti olanzapine (Zyprexa), quetiapine (Seroquel), lurasidone (Latuda) dan cariprazine (Vraylar)), serta antidepresan. Penderita bipolar yang memiliki kecanduan terhadap obat-obatan terlarang dan minuman keras biasanya membutuhkan perawatan yang ekstra.

Bagaimana cara menghadapi seseorang yang mengalami gangguan bipolar?

cara menghadapi orang bipolar img
Sumber: benezrapsych.com

Memang terkadang bisa menjadi tantangan tersendiri saat kita dihadapkan pada seseorang yang mengalami perubahan mood yang ekstrem. Namun, nggak sepantasnya kita menjauhi penderita Bipolar atau bahkan mem-bully mereka. Justru sebaiknya kita tetap mendukung dan mempercayakan mereka untuk menjadi lebih baik. Bila anggota keluargamu memiliki bipolar, cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah tetap memperlakukannya secara normal dan mendukungnya untuk mencari penyembuhan, yakni secara medis atau pun melalui konsultasi dengan psikiater keluarga.

Related Articles