Selain Sama Ibu, Inilah Alasan Mengapa Kamu Juga Harus Dekat dengan Ayah

by :

Dalam sebuah keluarga, sudah menjadi hal lazim bagi seorang anak untuk menjalin kedekatan ekstra dengan kedua orantuanya. Entah dengan ibu, ayah atau bahkan keduanya. Ada pula seorang anak yang cenderung dekat dengan ibunya karena lebih bisa terbuka dan minim potensi dimarahi, karena (biasanya) ayah jauh lebih ‘galak’. Benarkah seperti ini?

Yup, nyatanya sebagai anak kamu harus bisa dekat dengan kedua orangtuamu. Bukan hanya dengan ibu, kedekatan personal dengan ayah pun perlu kamu bangun. Ingat, kamu tidak selamanya hanya akan butuh ibu, tapi juga peran ayah. Dan berikut ini sudah Miignon rangkum beberapa alasan mengapa sebaiknya kamu juga dekat dengan ayah. Check this out!

Alasan Kamu Perlu Dekat dengan Ayah

Ayah adalah sosok tegar dan kuat di dalam keluarga. Darinya, kamu bisa belajar menjadi lebih dewasa

Sebagai kepala rumah tangga, ayah biasanya jauh lebih tegas dan keras di bandingkan sosok ibu. Ayah lah yang bertanggungjawab atas segalanya, termasuk keselamatan dan nama baik keluarga.

Jika kamu ingin lebih kuat dan tegar dalam menghadapi setiap persoalan hidup, tidak ada salahnya kamu mulai menjalin kedekatan ekstra dengan ayah. Kamu mungkin akan banyak dicueki dan kurang didengar saat curhat, tapi percayalah bahwa kepedulian ayah terhadap anak-anaknya itu melebihi apapun di dunia ini.

Ayah bahkan rela mengorbankan kesehatannya sendiri demi memenuhi kebutuha keluarganya, termasuk kamu. Biaya sekolah, jajan serta mainmu yang tidak sedikit adalah hasil kerja kerasa ayah, sosok yang harusnya kamu kagumi dan hormati, bukan ditakuti.

Ayah akan mengajarimu bagaimana cara bersikap yang baik dan benar

Tidak berbeda jauh dengan ibu, ayah juga pasti akan menunjukkan kepada anak-anaknya, mana sesuatu yang benar dan mana yang salah. Tapi, ayah terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan logika dan fakta lapangan yang ada. Ayah juga akan jarang mengelus-ngelus pundakmu, tapi dia pasti ada di belakangmu.

Ia senantiasa memberimu pengajaran sesuai pengalaman yang dipunyai. Ayah mungkin akan sedikit keras untuk penanaman sikap, tapi percayalah bahwa ini yang akan kamu butuhkan kelak.

Jarang menangis dan mengeluh, dua sikap ayah yang perlu kamu contoh

Sesedih apapun ia, seorang ayah sangat jarang menangis di depan keluarganya. Meski harus meneteskan air mata, ayah biasanya ‘bersembunyi’ untuk menyendiri, kemudian melakukan introspeksi. Ia akan sebisa mungkin menyembunyikan penderitannya agar keluarganya tidak berpikir macam-macam, lalu dirundung kesedihan.

Inilah poin penting yang bisa kamu ambil dari sikap ayah, yakni ketegaran yang luar biasa. Kamu tidak perlu mempertontonkan kesedihan hanya untuk dikasihani atau mendapat perhatian orang lain. Kamu masih punya Tuhan dan orang-orang terdekat yang siap membantu, menemani bahkan menjadi sandaran ternyaman buatmu.

Ayah mungkin galak atau sering berbicara dengan nada tinggi. Tapi, sosoknya tidak jauh dari kata berwibawa dan murah hati

Kebanyakan, watak seorang ayah memang keras dan cenderung galak. Namun, ia bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan keluarganya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Salahkah? Rasanya tidak.

Dari sini, kamu bisa melihat bahwa dekat dengan ayah akan menjadikanmu sosok yang tegas dan berwibawa. Kamu akan jauh dari kata ‘menye-menye’ dan hobi mengeluh. Meski kamu perempuan, kamu pun akan jadi perempuan yang tangguh!

Tidak jauh dari sifat alami ibu yang murah hati, ayah pun demikian. Jika sedang ada kesempatan, ayah pasti akan membelikan sekotak martabak atau beberapa bungkus makanan ringan untuk keluarganya di rumah. Ayah hanya ingin melihat keluarganya tersenyum bahagia, meski dengan hal-hal yang sederhana.

Oh my Dad, i miss you so bad!