Seberapa Takaran Minum Teh Hijau Yang Aman Dikonsumsi Per Hari?

Jan 12, 2018 by carmelw

Teh hijau selama ini populer sebagai minuman kesehatan dan juga terbukti dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, ternyata harus diminum sesuai takaran yang aman.

Berasal dari kelompok tanaman Cammelia sinensis, teh hijau merupakan salah satu jenis minuman yang merupakan sumber antioksidan yang kaya dengan flavonoid. Flavonoid adalah senyawa pada tumbuhan yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Termasuk dapat menurunkan risiko pada beberapa jenis kanker serta penyakit jantung serta dapat memaksimalkan metabolisme dalam tubuh.

Kandungan kafein dalam teh hijau

Kandungan kafein dalam teh hijau img
Sumber: pexels.com

Meski bermanfaat bagi kesehatan, tapi ternyata teh hijau juga mengandung kafein yang memiliki efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Sebuah studi menyebutkan bahwa dalam 8 ons teh hijau diperkirakan mengandung antara 35 hingga 60 miligram kafein. Jumlah kafein ini bervariasi tergantung merek yang digunakan serta berapa lama proses penyeduhannya.

Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, kafein memiliki efek positif bagi tubuh, termasuk penurunan risiko penyakit Alzheimer. Namun, jika diminum dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang menyusahkan. Seperti sakit kepala, gugup, tidak dapat tidur, mudah tersinggung, detak jantung tidak teratur, sakit maag, pusing dan kebingungan.

Di samping itu, teh hijau ternyata dapat berinteraksi dengan banyak obat, termasuk obat adiktif seperti amfetamin, beberapa antibiotik, pil KB, dan masih banyak lainnya. Untuk menghindari efek samping yang membahayakan tubuh, sebaiknya kita mengetahui seberapa banyak takaran yang dapat diminum secara aman setiap harinya sesuai dengan anjuran kesehatan. Nah, buat kamu yang penasaran,  berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Green Tea vs Matcha: Serupa Tak Sama, Apa Sih Bedanya?

Anjuran kesehatan soal takaran minum teh hijau yang aman bagi kesehatan

minuman sehat pic
Sumber: pixabay.com

Menurut sebuah situs kesehatan MedlinePlus, pembatasan takaran minum teh hijau juga berlaku bagi wanita hamil yang benar-benar harus membatas asupan kafein mereka dari berbagai sumber, yaitu maksimal 200 gram sehari. Kafein memiliki kemungkinan dapat menyebabkan cacat lahir dan berbagai risiko kesehatan pada bayi. Karena dapat memasuki aliran darah ibu menyusui dan kemudian masuk melalui ASI.

Sedangkan bagi penderita anemia, gangguan kecemasan, diabetes, glaukoma, dan osteoporosis, dan berbagai penyakit kronis lainnya harus benar-benar berhati-hati saat mengkonsumsi teh hijau karena dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, teh hijau mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan kesehatan jantung, bahkan menurunkan tekanan darah. Namun, pada kenyataannya kandungan kafein di dalamnya lah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Bagi orang yang sehat, mengkonsumsi dua hingga tiga cangkir setiap harinya atau total antara 200-300 miligram kafein yang terkandung di dalamnya masih dianggap sebagai batas aman dan dinilai tidak terlalu signifikan untuk menyebabkan timbulnya masalah kesehatan yang serius.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan seperti insomnia, anemia, dan GERD, sebaiknya harus benar-benar membatasi mengkonsumsi teh hijau. Batasnya yaitu sebanyak satu cangkir per harinya, karena ternyata dapat mempersulit tubuh untuk menyerap dan memenuhi asupan zat besi.

Baca Juga: 10 Manfaat Teh Hitam bagi Kesehatan yang Perlu Kamu Ketahui

Teh hijau seringkali digunakan sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Karenanya,  konsumsi setidaknya 2 hingga 3 cangkir per hari tergantung pada teknik penyeduhannya. Hal ini didasarkan pada jumlah polifenol atau senyawa antioksidan aktif yang membuat kandungannya lebih tinggi dibandingkan jenis teh lainnya.

Nah, Girls, itulah anjuran kesehatan tentang takaran minum teh hijau yang aman. Melihat kandungan kafein yang ada di dalamnya, bagi kamu yang sedang menjalani pengobatan sebaiknya konsultasikan kepada dokter pribadi sebelum mengkonsumsinya.

 

 

Related Articles