Punya Keinginan Hamil Dan Sudah Berusaha Tapi Belum Dikasih? Bisa Jadi Ini Alasannya

Feb 26, 2018 by Alifah Puarada

Tentunya menjadi impian para wanita untuk mempunyai momongan. Setelah mengikatkan ikatan dalam sebuah pernikahan, biasanya momongan adalah hal yang dinantikan berikutnya. Meskipun begitu, banyak dari kita yang sudah ada keinginan hamil namun belum beruntung dan masih berusaha mendapatkan dua garis dalam hasil test pack.

Ada beberapa hal yang penting yang dapat mempengaruhi kehamilan, antara lain masa berovulasi, usia, jumlah sperma dan kebiasaan yang sering kita lakukan. Meskipun bukanlah hal yang paling menentukan, pertimbangkan untuk berbicara dengan doktermu tentang hal-hal di bawah yang mungkin menghalangi kamu untuk mewujudkan keinginan hamil.

Hal-Hal Yang Menghalangi Kamu Untuk Mewujudkan  Keinginan Hamil

1. Produk Pembersih Kimia

Ternyata bahan yang kita simpan di rumah bisa memberi dampak negative terhadap kesempatan hamilmu. Menurut penilitian, polutan, pestisida dan senyawa kimia industri lainnya dapat menurunkan kemampuan pasangan untuk memiliki anak hingga 29%.

Pertimbangkan untuk mengganti produk pembersihmu dengan bahan alami seperti cuka, baking soda, atau minyak esensial lain. Kamu juga nggak mau kan ketika bayimu lahir mereka dikelilingi oleh banyak bahan kimia.

2. Merokok

Emang sih susah banget berhenti merokok. Tapi berbagai penelitian membuktikan bahwa perokok, bahkan perokok pasif sudah terbukti mempunyai tingkat kesuburan yang jauh lebih rendah. Merokok juga mengurangi produksi sperma. Inilah saatnya kamu memilih prioritasmu.

3. Terlalu Banyak Berolahraga

Kita tau bahwa olahraga itu bagus, tapi jika kita terlalu banyak olahraga, ini juga bisa membuat kesempatan hamilmu jadi berkurang. Terlalu banyak olahraga berdampak negatif pada ovulasi. Tanda paling jelas kalo ini adalah penyebabnya adalah siklus menstruasi yang menjadi lebih pendek dan ringan. Kamu harus berbicara dengan doktermu tentang kesuburanmu.

keinginan hamil tertunda pic
Source : pixabay.com

4. Stress

Sangat sulit menghindari stress dalam hidup kita, tapi ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan. Stress ini akan berdampak pada mood dan libidomu.

Beberapa hal yang direkomendasikan untuk mengurangi tekanan baby making session adalah tidur lebih awal, bercinta dengan alasan ingin hamil, melakukan relaksasi, yoga, meditasi dan berbicara dengan terapis.

5. Cara Menggunakan Laptop

Jika kamu dan partnermu sering memangku laptop saat menggunakannya, ini nggak bagus saudara-saudari. Panas yang keluar dari laptop nggak bagus untuk produksi jumlah sperma. Kontak yang terlalu lama bisa menurunkan motilitas sperma dan jadi susah berejakulasi.

sibuk pekerjaan img
Source : pixabay.com

6. Phthalates

Belum pernah dengar istilah Phthalates? Tenang. Kamu nggak sendiri. Phthalates adalah bahan kimia sintetis yang digunakan dalam plastik dan beberapa kosmetik. Paparan yang terlalu lama dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk hamil. Bahan kimia ini dapat mengganggu kesuburan. Satu lagi alasan untuk go natural nih.

Batasi paparan dengan menghindari kosmetik yang punya kandungan dibutylphthalate (DBP), dimethylphthalate (DMP), dan dietilphthalate (DEP) dan apa pun yang beraroma.

7. Timing

Track siklus haidmu dengan berbagai apps yang tersedia sekarang. Ini sangat efektif untuk merencanakan atau mencegah kemamilan dengan efektif. Kamu bisa tau kapan waktu terbaik untuk mencoba hamil.

8. Obat-obatan

Beberapa resep obat bisa mempengaruhi kesuburanmu. Ada beberapa obat tertentu, terutama anti depresan dan penstabil mood yang mempengaruhi kemampuan kita untuk hami dengan membuat tubuhmu memproduksi lebih banyak prolaktin, hormon yang mengganggu ovulasi. Jangan berhenti atau mengkonsumsi obat sebelum berbicara dengan doktermu.

9. Birth Control

Birth control adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Ini akan menghentikan ovulasi, menebalkan mukosa serviks dan mencegah sperma untuk tidak masuk. Bahkan setelah kamu sudah lama tidak menggunakannya, ini bisa menjadi penyebabmu belum hamil-hamil.

Ada jeda waktu yang lama antara waktu pemakaian terakhir dan pemulihan kesuburan yang berkisar rata-rata 2 tahun. Jadi, tidak disarankan untuk wanita yang ingin hamil dalam 2 tahun untuk mengkonsumsi birth control.

 

Related Articles