Psikosomatis: Stres Yang Berdampak Pada Gangguan Kesehatan Fisik

Aug 04, 2017 by carmelw

Mengenal Psikosomatis

Perut mules, pusing, sesak nafas , badan pegal yang nggak kunjung sembuh. Ada apa ya?

Girls, pernah nggak kamu ngalami rasa sakit secara fisik. Akan tetapi,  ketika periksa ke dokter, tidak menemukan yang salah dengan organ tubuhmu? Atau misalnya kamu  merasa gatal membandel di sekujur tubuh, tapi ternyata tidak ada sedikitpun masalah dengan kulitmu? Kalau kamu pernah mengalami hal serupa, kemungkinan kamu sedang mengalami psikosomatis.

Psikosomatis adalah gangguan secara psikis yang berdampak pada gangguan tubuh atau fisik kita. Berasal dari kata psyche (mind) dan soma (body), gangguan ini kerapkali menghampiri kita saat sedang dalam tekanan pikiran, stres, ataupun depresi. Sampai sekarang, cara kerja pikiran yang menyebabkan gejala-gejala tertentu dan mempengaruhi fisik belum diketahui secara jelas. Namun secara pasti, hal ini terkait dengan mind and body connection, dimana masalah-masalah emosional yang tidak ditangani adalah penyebab 85% penyakit fisik.

Psikosomatis tidak hanya dialami pada orang dewasa, bahkan di usia remaja dan anak-anakpun bisa mengalaminya, tetapi biasanya gejala ini muncul pada usia di bawah 30 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, padatnya kesibukan, gaya hidup yang tidak teratur, bahkan toleransi yang semakin hilang dari masyarakat semakin dapat menyebabkan munculnya masalah psikis yang sering disebut penyakit pikiran ini.  

Gejala psikosomatis beragam dan berubah-ubah tergantung kondisi fisik seseorang

mengalami psikosomatis pic
Sumber: pixabay.com

Psikosomatis menimbulkan gejala yang beragam dan dapat bervariasi pada setiap orang. Penyakit kambuhan dapat juga berubah-ubah tergantung dari kondisi psikis seseorang. Tapi yang jelas, dari dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan oleh dokter akan menunjukan hasil normal dan saat bahkan kemungkinan tidak ada kelainan sama sekali.

Beberapa gejala yang sering menjadi keluhan penderita psikosomatis adalah: jantung berdebar, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, gangguan tidur, badan mudah capek atau lelah dan letih berkepanjangan, berkeringat, mulut kering, mual, muntah, sekujur tubuh terasa gatal, kesemutan, mati rasa, nyeri punggung, dan lain sebagainya.

Bahkan penyakit ini juga muncul sebagai rasa sakit di belakang kepala yang seringkali diduga dengan migrain, nyeri di bagian dada yang ditengarai sebagai sakit jantung, dan bahkan sesak nafas yang seringkali dianggap sebagai asma juga bisa disebabkan oleh masalah emosi yang tidak terselesaikan ini. 

Psikosomatis yang tidak tertangani dapat menimbulkan penyakit serius

psikosomatis
Sumber: pexels.com

Gangguan kesehatan dan berbagai keluhan akibat psikosomatis memang seringkali dianggap tidak berbahaya. Ini dikarenakan pada awal pemeriksaannya tidak ditemukan kelainan pada sistem organ tubuh dimana gejala itu muncul. Namun, jika dibiarkan, maka besar kemungkinan akan terjadi kerusakan yang serius dan permanen pada bagian organ tubuh yang mengalami gangguan bahkan dapat juga menjalar ke organ-organ tubuh lainnya.

Psikosomatis bisa disembuhkan

cara menyembuhkan img
Sumber: pexels.com

Girls, kalau ternyata kamu didiagnosa mengalami psikosomatis, nggak perlu panik. Kepanikan hanya akan menambah parah gangguan fisik dalam tubuhmu. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi gejalanya yang bahkan bisa membawa kesembuhan dari penyakit ini.

  1. Carilah dokter yang mau dengan serius mendengarkan keluhan dan gejala yang kamu rasakan. Sebaiknya awalilah dari dokter keluarga atau dokter umum, jangan terburu-buru datang ke dokter spesialis
  2. Psikosomatis seringkali membuat aktivitas terganggu. Bahkan dari pikiran yang terbebani itu dapat memperburuk kondisi tubuh. Oleh sebab itu, usahakan untuk berpikir positif dan kembali kepada kehidupan normal tanpa terfokus pada rasa sakit yang diderita.
  3. Ambilah waktu sejenak untuk berolahraga dan melakukan kegiatan positif yang dapat menenangkan seperti meditasi, agar pikiran dapat dapat terkontrol dengan baik. 
  4. Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengurangi gejala yang muncul. Hindari makanan yang mengandung kafein yang dapat menyebabkan serangan panik, dan berbagai reaksi yang kurang baik bagi tubuh.
  5. Mungkin tidak mudah, tetapi berusaha mengubah mind set dan mencoba untuk  move on dari masalah yang ada adalah salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit secara fisik yang dipengaruhi oleh pikiran.

Psikosomatis memang tidak bisa hanya mengandalkan ahli medis saja untuk mengatasi masalah, tetapi harus ada kerjasama dari penderita untuk mau keluar dari masalah dan berpikir positif tentang kehidupan. Setuju kan, Girls?

Related Articles