Misteri di Balik Sprei Tempat Tidur Yang Tampak Bersih, Serem!

Jan 31, 2018 by carmelw

Banyak yang tidak menyadari bahwa kasur yang kita tiduri setiap harinya akan menjadi kotor dan tidak higienis setelah 2-3 minggu pemakaian. Padahal, dalam sehari kita menghabiskan waktu tidur di atas kasur setidaknya selama 8 jam atau lebih. Bisa dibayangkan selama kurun waktu itu tubuh kita akan terus-menerus bersentuhan dengan berbagai kuman, bakteri, atau bahkan virus yang ada di sprei yang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh

Yang nggak banyak orang tahu, meskipun sedang tidur tubuh tetap akan mengeluarkan keringat dan melepaskan puluhan juta sel-sel kulit mati yang rontok dan akan menempel dan mengikat di seluruh serat perlengkapan tidur tersebut.

Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa sprei yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biaknya 16 spesies jamur yang akan mengontaminasi tempat tidur meskipun tidak terlihat dengan mata telanjang kita. Duh, serem juga ya?

Baca Juga: Bikin Jorok dan Penyakit, Inilah 4 Benda Yang Tidak Seharusnya Ada di Kamarmu!

Kapan sebaiknya kita mengganti sprei di kamar tidur?

Meski tampak bersih, kenyataannya sprei juga mengandung berbagai kotoran dari tubuh kita. Keringat, air liur, urine, sel kulit mati, sisa makeup dan hal lainnya bisa menempel di tempat tidur kita. Berbagai kotoran ini terbukti bisa menjadi penyebab tumbuhnya bakteri dan virus. Nggak hanya itu, kasur dan sprei yang kotor dan bau dapat menjadi tempat berkembangnya binatang seperti kutu busuk dan tungau. Kedua binatang kecil ini juga berisiko menyebabkan timbulnya penyakit.

Kutu busuk dengan gigitannya yang mengeluarkan zat anestesi dapat membuat kulit mengalami alergi dengan gejala seperti mata merah, tubuh mengalami gatal-gatal yang panas di kulit hingga menimbulkan ruam dan peradangan. Sedangkan tungau yang hidup dari memakan serpihan sel kulit mati manusia akan mengeluarkan kotoran dan menjadi pemicu munculnya serangan penyakit asma, pilek, gatal-gatal dan bengkak pada kulit.

Jarang ganti sprei, selamat datang scabies

Selain menimbulkan aroma tak sedap, membiarkan sprei kotor di atas kasur dapat  membuat tubuh kita rentan terhadap timbulnya gangguan kesehatan. Salah satunya adalah penyakit scabies yang seringkali muncul dan ditandai dengan keluhan gatal dan munculnya bintil-bintil di sela jari, pergelangan tangan, sisi lengan bawah bagian dalam, siku lengan, lipatan ketiak hingga perut bagian bawah.

Baca Juga: Merasa Kesehatan Terganggu? Mungkin Yang Kamu Butuhkan Adalah Menata Kamar

Ganti sprei secara rutin

Karena itu, untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada tubuh kita, direkomendasikan untuk mengganti sarung bantal dan sprei secara rutin. Setidaknya setiap satu minggu sekali atau maksimal dua minggu jika memang tidak memungkinkan. Namun, jika cuaca sangat panas dan membuat tubuh berkeringat saat tidur, sebaiknya jangan menunda untuk mengganti sprei. Segeralah ganti dengan sprei yang baru agar tetap segar saat dipakai tidur.

Faktanya, pencucian sarung bantal dan sprei yang tidak teratur akan membuat cairan tubuh dan kotoran akan menembus ke bantal dan kasur. Jika sudah terjadi hal seperti itu tentu akan lebih sulit lagi untuk membersihkannya. Jadi, sebaiknya lakukan penggantian sprei dan sarung bantal secara rutin. Gunakan air yang sesuai dengan jenis kain untuk menyingkirkan kuman, bakteri, residu, serta kotoran lain saat mencucinya. Kemudian, jemur di bawah terik matahari untuk membunuh kuman secara alami.

Sedangkan untuk kasur yang terlanjur dihinggapi kutu busuk, gunakan vacum cleaner atau penghisap debu dan sikat kering untuk membantu menghilangkan kutu-kutu dan telur yang menempel di kasur.

Wah, ternyata banyak sekali ya gangguan kesehatan yang akan terjadi jika kita tidak rutin mengganti sprei. So, jangan malas lagi, ya Girls.

 

Related Articles