Jangan disepelekan, Ini Tandanya Jika Hormonmu Tidak Seimbang

Feb 25, 2017 by carmelw

Merasa tubuh lelah luar biasa? Tidak bersemangat dan tidak bertenaga? Bisa jadi karena hormonmu tidak seimbang adalah penyebabnya. Hormon adalah zat kimia yang diproduksi kelenjar endokrin. Zat kimia ini bisa dibilang ajaib karena ia lah yang berefek tertentu pada aktivitas-aktivitas organ-organ lain dalam tubuh.

Hormon bisa dibilang seperti pengantar pesan tentang kondisi tubuhmu. Umumnya, hormon mengalami fluktuasi saat seorang wanita mengalami PMS, saat sedang menstruasi, hamil atau menopause. Tetapi, jangan dianggap sepele lho, karena pada beberapa kasus, saat hormonmu tidak seimbang sangat berhubungan erat dengan masalah kesehatan serius. Ini dia tanda-tandanya!

9 Tanda Hormonmu Tidak Seimbang

1. Jadwal menstruasi yang kacau

Umumnya, siklus menstruasi perempuan berlangsung setiap 21 hari hingga 35 hari. Jika menstruasi tidak datang di waktu yang sama setiap bulan, atau hingga berbulan-bulan lamanya tidak mendapat menstruasi, bisa jadi hormon estrogen atau progresterone pada tubuh sedang kacau.

Pada perempuan berusia 40-an atau 50-an, ketidakseimbangan hormon ini bisa diakibatkan oleh perimenopause. Namun, jadwal menstruasi yang kacau bisa menjadi gejala masalah kesehatan lainnya, seperti Polystic Ovarian Syndrome (PCOS).

2. Masalah tidur

Jika kamu mengalami kesulitan tidur, misalnya insomnia atau masih merasa lelah meski sudah tidur berjam-jam, bisa jadi dikarenakan hormon yang sedang tidak beres. Progesteron, hormon yang diproduksi oleh rahim, merupakan hormon yang membuat tubuhmu bisa beristirahat dengan baik. Kalau hormon ini kurang dari yang seharusnya, akan membuatmu mengalami susah tidur. Hormon estrogen rendah menyebabkan tubuhmu selalu merasa kepanasan di malam hari sehingga semakin susah membuatmu beristirahat dengan baik.

3. Jerawat kronis

Jerawat muncul sebelum atau saat menstruasi? Biasa terjadi. Tapi kamu perlu waspada jika setelah menstruasi jerawat masih betah nongkrong di wajahmu. Kelebihan hormon androgen (yang ada pada tubuh laki-laki maupun perempuan), menyebabkan kelenjar minyak dalam tubuh bekerja lebih daripada seharusnya. Androgen juga berdampak pada sel kulit dan daerah sekitar folikel rambut. Keduanya akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

4. Mudah lelah

Merasa lelah sepanjang waktu? Kelelahan merupakan salah satu gejala ketidakseimbangan hormon yang paling umum. Kelebihan hormon progesteron membuatmu merasa ngantuk sepanjang hari. Dan jika kelenjar tiroid hanya sedikit memproduksi hormon tiroid, ini membuat pasokan energi tubuhmu berkurang.

5. Mood swings dan depresi

Para peneliti mengatakan, jumlah hormon yang berkurang drastis atau berubah dengan cepat dapat menyebabkan mood swings dan perasaan yang tidak menentu. Estrogen mempengaruhi zat kimia penting pada otak, misalnya serotonin, dopamine, dan norepinephrine.

6. Nafsu makan dan berat badan meningkat

Saat perasaan tidak nyaman, seiring dengan menurunnya jumlah hormon estrogen, membuatmu ingin makan lagi, lagi dan lagi. Itulah mengapa ketidakseimbangan hormon sangat berkaitan erat dengan kenaikan berat badan. Penurunan estrogen secara signifikan akan berdampak pada leptin, hormon yang membantu mengatur asupan makanan.

7. Menurunnya libido

Pandangan umum yang selama ini dipahami adalah testoteron merupakan hormon laki-laki. Padahal wanita pun memproduksi hormon ini. Jika tingkat hormon testosteron sedang rendah, kamu akan merasa tidak bergairah, khususnya secara seksual.

8. Perubahan bentuk payudara

Turunnya jumlah estrogen secara drastis dapat mengakibatkan jaringan payudara berkurang kepadatannya. Sebaliknya, jika jumlah estrogen meningkat mengakibatkan jaringan payudara mengeras, sehingga bisa memicu benjolan atau kista.

9. Konsentrasi berkurang

Para medis menemukan, perubahan pada hormon estrogen dan progesteron berpengaruh pada daya ingat dan konsentrasi. Beberapa ahli berpendapat, estrogen mungkin saja berpengaruh pada zat kimia pada otak yang disebut neurotransmitters. Perhatian dan masalah daya ingat umum dialami para wanita jelang menopause atau pun saat menopause.

Jika kamu menemui tanda-tanda ini pada dirimu atau orang terdekatmu, segera periksakan ke dokter supaya bisa diatasi dan diobati dengan tepat.

Related Articles