Jangan Disepelekan, Anak Muda Juga Rawan Mengidap Diabetes Tipe 2

Jan 06, 2018 by carmelw

Disebut-sebut sebagai “ibu” dari segala jenis penyakit, bagaimana tanda-tanda seseorang yang mengalami diabetes tipe 2?

Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi medis kronis, di mana kadar gula atau glukosa di dalam tubuh meningkat. Hal ini diakibatkan oleh hormon pengatur gula darah atau biasa disebut dengan insulin yang dihasilkan tubuh tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin).

Pada awalnya, diabetes tipe 2 ini lebih banyak dialami oleh mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, berpostur tubuh gemuk, dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini bahkan telah menjangkiti para remaja dan anak-anak, serta ditengarai telah menyumbang sekitar 90% dari semua kasus diabetes di seluruh dunia.

Faktor penyebab terjadinya diabetes tipe 2

Faktor genetika

Meskipun pada dasarnya diabetes tipe 2 dapat disebabkan oleh berbagai hal, akan tetapi faktor genetika telah terbukti mendominasi pada sebagian kasus yang terjadi. Secara sederhana dapat dikatakan seseorang yang menderita diabetes tipe 2 dapat mewariskan penyakit tersebut kepada keturunannya.

Obesitas

Banyaknya lemak yang ada di dalam tubuh memungkinkan terjadinya ketidakseimbangan hormon.  Kondisi ini akan membuat hormon insulin tidak dapat bekerja secara maksimal dalam menghantarkan glukosa dalam darah.

Sindrom metabolik

Orang dengan resistensi insulin biasanya mengalami kombinasi dari beberapa kondisi yang disebut dengan sindrom metabolik. Keadaan  ini ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah, kelebihan lemak di sekitar pinggang, dan kadar kolestrol yang berlebihan.

Kerusakan sel beta

Kerusakan sel beta yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel akibat gula darah berkadar tinggi akan menjadi penyebab terjadinya diabetes tipe 2.

Tanda-tanda diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat merusak organ tubuh dan memicu terjadinya beberapa gejala penyakit. Diabetes tipe 2 juga ditengarai dapat menyebabkan munculnya  komplikasi penyakit yang serius jika tidak dapat tertangani dengan baik. Untuk mencegahnya,

Sebaiknya perhatikan tanda-tanda dari diabetes tipe 2 yang paling muncul berikut ini:

Sering buang air kecil terutama di malam hari

Dalam sehari, rata-rata tubuh akan membuang air kecil sekitar lima hingga delapan kali. Namun, penderita diabetes akan melakukannya lebih dari itu. Hal ini disebabkan karena kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi sehingga akan keluar setelah melewati ginjal.

Mudah merasa haus

Seringnya cairan yang terbuang melalui urin akan membuat tubuh memerlukan cairan yang lebih banyak, yang ditandai dengan adanya rasa haus yang berlebihan.

Rasa lapar meningkat

Rasa lapar yang terus-menerus muncul disebabkan karena tubuh mengubah makanan menjadi kadar dalam dalam waktu yang sangat cepat. Sementara itu, sel tubuh tidak mampu menerima insulin yang dihasilkan oleh pankreas dan mengakibatkan perut menjadi sering merasa lapar dibandingkan kondisi normal.

Mudah merasa lelah

Kondisi tubuh yang tidak memiliki cadangan insulin yang cukup akan membuatnya merasa cepat lelah meskipun tubuh lebih sering mendapatkan energi dari makanan.

Baca Juga: Kamu Merasa Selalu Capek? Ini Tanda Jika Capek Yang Kamu Alami Tidak Normal

Berat badan menurun drastis

Terlalu banyak kadar gula menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cadangan energi sesuai kebutuhan. Karenanya, tubuh akan berusaha menggunakan energi dari cadangan lemak dan massa otot yang berdampak pada menurunnya berat badan secara drastis.

Adanya luka yang terlalu lama sembuh dan mengalami infeksi

Penderita diabetes harus mewaspadai terjadinya luka atau goresan yang terjadi pada tubuhnya. Sebab, luka sekecil apapun akan sulit untuk disembuhkan dan berisiko terjadinya infeksi. Kondisi ini terjadi akibat terjadinya masalah syaraf dimana bagian tubuh tidak mendapatkan suplai darah sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Kalau Ada Tanda-Tanda Ini Pada Kulit, Kamu Harus Segera Stop Konsumsi Gula

Tanda atau gejala yang muncul pada diabetes tipe 2 sebenarnya hampir sama dengan diabetes tipe 1, namun cenderung lebih lambat sehingga terkadang sulit untuk dikenali, kecuali saat mereka melakukan tes glukosa plasma puasa atau tes toleransi glukosa oral.

Seseorang yang sudah mengalami diabetes sangat sulit untuk sembuh. Namun, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah, misalnya dengan melakukan diet rendah karbohidrat, rutin melakukan tes gula darah, mengkonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan tidak lupa untuk melakukan olahraga secara teratur untuk memperbaiki kontrol gula darah.

 

Related Articles