Hal-Hal Sepele Pemicu Retaknya Hubungan

Mar 24, 2017 by Silvia Ayu

Membina sebuah hubungan dengan lawan jenis itu nggak selamanya membahagiakan, alias pasti akan ada saja ‘batu’ sandungan yang membuat retaknya hubungan. Tentunya, ini disebabkan karena perbedaan latar belakang dan pendapat yang seringkali memicu pertengkaran-pertengkaran kecil namun berdampak negatif juga buat kedepannya.

Apalagi jika kamu dan dia sudah mulai dewasa, rasanya akan ada banyak rintangan-rintangan yang mau nggak mau harus dihadapi. Bukannya sedikit-sedikit marah dan ngambek, ada baiknya kesediaan saling mengalah menjadi solusinya. Di luar semua itu, masih ada banyak hal yang harus kamu dan dia antisipasi retaknya hubungan, supaya hubungan yang sekian lama dibina ini nggak sia-sia.

Hal Kecil Pemicu Retaknya Hubungan

Memupuk kebohongan-kebohongan kecil tanpa sadar bahwa ini adalah awal kehancuran

memupuk kebohongan - retaknya hubungan pic
Sumber: pexels.com

Sesederhana membohonginya kamu dengan siapa dan di mana bisa menjadi bumerang yang nggak disadari, lho. Hal seperti ini akan menjadi kebiasaan yang buruk dalam menjalin setiap hubungan, khususnya yang sudah serius dan dewasa.

Bukan hanya itu, menutupi masalah yang seharusnya diselesaikan hari itu juga pun nggak boleh menjadi ‘hobimu’ demi menyelamatkan cinta. Apa sih susahnya jujur dan menganggapnya sebagai sosok yang bisa kamu andalkan saat ada masalah?

Terlalu sering menjadi orang lain sehingga lupa bahwa cinta itu butuh perjuangan yang sebenar-benarnya

sering menjadi orang lain img
Sumber: wikihow.com

Kadang kamu sibuk untuk menyenangkan pasanganmu, tapi dengan tidak menjadi diri sendiri. Kamu seolah menjadi orang lain saat berada di depannya, dan itu sudah berlangsung lama. Kamu juga nggak bisa bersikap tenang ketika sedang bersamanya karena kamu selalu merasa ada yang kurang, meski sebenarnya semua baik-baik saja.

Ini aneh, karena nggak ada yang namanya kebohongan dalam setiap hubungan. Menjalani hubungan dengan nggak menjadi diri sendiri itu sama saja dengan melakukan hal percuma, dan tiada pernah ada ujungnya.

Coba kamu introspeksi, apakah kamu sudah sepenuhnya menjadi diri sendiri selama ini?

Kamu terlalu asyik menjalani berdua, sehingga lupa bahwa masih ada keluarga

lupa dengan keluarga pic
Sumber: pexels.com

Meski usiamu belum terlalu tua, melibatkan peran keluarga dalam setiap proses hubunganmu juga bagian dari niat mulia. Di sini, kamu menginginkan mereka untuk ‘mengawasi’ dan senantiasa menasehati ketika terjadi sebuah kesalahan.

Ingat, keluarga atau lebih tepatnya orangtuamu itu lebih jauh berpengalaman daripada kamu sebagai anak muda. Mereka tahu mana yang benar dan yang salah, mereka juga nggak mungkin menjerumuskanmu ke jalan yang kurang benar. Rasanya akan sangat menyenangkan jika dalam proses asmaramu kali ini mereka ikut andil, untuk mendo’akan dan memberi restu.

Membesarkan masalah-masalah kecil sama dengan mencari perkara!

membesarkan masalah kecil img
Sumber: instagram.com/andreadianbimo/

Terlambat memberi kabar bukan berarti dia nggak cinta. Camkan itu!

Kalau kamu tergolong orang yang selalu uring-uringan ketika pasanganmu terlambat memberi kabar, please don’t do this anymore! Ini hanya akan membelenggu hubungan kalian berdua karena sama sekali nggak dewasa. Kesibukan yang pastinya akan melanda di usia yang sudah nggak muda harusnya jadi sebuah kebanggan, karena ini bagian dari menyiapkan masa depan.

Toh, kalau pasanganmu ini benar-benar orang baik, dia pasti akan mengabarimu segera setelah kesibukannya terhenti bukan? Lalu, apa alasanmu untuk khawatir berlebihan? Daripada menunggu lalu makan hati, kenapa kamu nggak melakukan kegiatan lain yang lebih berguna seperti jalan-jalan atau olahraga? Tentunya, ini bisa membuang jauh-jauh pikiran negatif yang merugikanmu.

Jika hubunganmu dan dia ingin senantiasa langgeng, usahakan untuk tidak melakukan beberapa hal di atas tadi, ya. Kalian sudah dewasa, jangan mau untuk dibodohi cinta!

Related Articles