Efek Lembur Pada Wanita Ternyata Jauh Lebih Berbahaya, Jangan Diremehkan

by :

Sering lembur? Kalau iya, kamu harus memikirkan kembali efek buruknya bagi kesehatanmu, Girls.

Pada umumnya seseorang  akan bekerja delapan hingga sembilan jam kerja setiap harinya. Menurut sebuah penelitian terbaru, ada beragam dampak buruk terutama bagi wanita yang menghabiskan waktu lebih dari enampuluh jam per minggunya untuk bekerja. Jadi hati-hati buat kamu yang kerapkali menghabiskan waktu di tempat kerja alias lembur sampai malam, baik itu karena sedang menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk, atau sedang mempersiapkan bahan untuk presentasi.

Kerja lembur memicu meningkatnya resiko terkena penyakit yang membahayakan

lembur
Sumber: pexels.com

Salah satunya dampaknya adalah tiga kali lipat meningkatnya resiko terkena penyakit yang dapat mengancam jiwa di kemudian hari. Hal ini mungkin terjadi karena wanita cenderung memiliki lebih banyak tanggung jawab dalam keluarga sehingga seringkali kesulitan untuk menyeimbangkan antara tuntutan kerja dan kebutuhan keluarga. Kebiasaan kerja yang melampaui batas normal akan berdampak pada terganggunya sistem metabolisme tubuh.

Meskipun seringkali tidak benar-benar disadari, tetapi tekanan kerja dan kelelahan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya stres. Stres yang seringkali muncul akan menyebabkan terpicunya produksi hormon kortisol pada tubuh, yang pada gilirannya dapat menyebabkan meningkatnya resiko stroke, jantung, diabetes tipe dua. Dan bahkan dengan memaksakan kerja lembur hingga larut malam, dapat menyebabkan alarm tubuh alami pada wanita akan terganggu sehingga memungkinkan bertumbuhnya sel kanker, termasuk peningkatan resiko kanker payudara.

Selain itu gangguan pada sistem pencernaan seperti sakit maag, perut kembung, dan berbagai gangguan psikosomatis juga yang seringkali menyerang para wanita yang kerapkali melakukan lembur secara berlebihan.

Kerja lembur berisiko pada kesuburan

lembur mempunyai efek terhadap kesuburan img
Sumber: pexels.com

Faktanya, banyak yang tidak menyadari bahwa kerja lembur ternyata dapat menimbulkan resiko khusus pada gangguan kesuburan. Resiko ini terutama terjadi pada wanita di usia subur atau lebih dari tiga puluh tujuh tahun.

Risiko-risiko yang mengiringi akibat dari lembur misalnya: munculnya gangguan siklus menstruasi setiap bulan. Terjadinya resiko keguguran pada kehamilan, meningkatnya prematuritas hingga terjadinya berat lahir rendah pada bayi yang dilahirkan. Termasuk di dalamnya menurunnya gairah seksual dan infertilitas adalah kemungkinan. Tapi, selain itu asupan gizi selama melakukan kerja lembur juga memiliki pengaruh yang menyebabkan terjadinya masalah penurunan kesuburan pada wanita ini.

Tips untuk menjaga tubuh tetap sehat selama lembur

menjaga tubuh tetap sehat pic
Sumber: pexels.com

Untuk menghindari terjadinya dampak negatif dari kerja lembur yang berlebihan bagi kesehatan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tubuh tetap terjaga kesehatannya, misalnya:

Mengatur pola makan

Pastikan makanan yang dikonsumsi dapat membantu menjaga kesehatan terutama bagi jantung dan pencernaan. Misalnya dengan menggabungkan berbagai makanan sehat. Seperti ikan, daging tanpa lemak, konsumsi banyak buah dan sayuran segar untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Perbanyak minuman sehat

Dalam keadaan lelah, seringkali tubuh mengalami dehidrasi. Karena itu perbanyak minum air putih dan jus alami yang terbuat dari buah-buahan segar. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang hilang selama bekerja. Hindari soda atau minuman kemasan.

Lakukan aktivitas fisik

Untuk mempertahankan gaya hidup sehat serta demi membantu menjaga peredaran darah agar tetap lancar, lakukan aktivitas fisik di sela waktu lembur. Kamu bisa melakukan push-up sebanyak tiga set masing-masing selama tigapuluh detik untuk membuat tubuh tetap bugar.

Istirahat yang cukup

Meskipun sedang lembur, tapi bukan berarti harus mengorbankan dan mengabaikan waktu istirahat kan? Setidaknya usahakan tetap beristirahat sejenak, untuk meningkatkan energi juga bisa mengembalikan mood saat bekerja.  Selain itu jaga pola tidur dengan kualitas dan kuantitas yang cukup agar tidak terjadi gangguan kesehatan lebih lanjut.

Wah, serem juga ya dampak negatif yang terjadi jika kita tidak menyeimbangkan antara waktu kerja yang panjang dengan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Beware, ya Girls.