Depresi Bagaikan Bom Waktu, Jangan Disepelekan

Jul 23, 2017 by carmelw

Tak ada yang bisa menduga kesedihan mendalam seseorang, yang akhirnya membawanya pada keputusan ‘besar’ dalam hidupnya.

Berita mengejutkan datang hari Kamis lalu (20/7). Dunia kehilangan lagi salah satu penyanyi terbaiknya, yaitu Chester Bennington. Bennington Vokalis grup band Linkin Park ini tentu tak asing lagi bagi kita yang bertumbuh di era 2000-an. Sayangnya, kita tak lagi bisa mendengarkan suara powerful Bennington yang khas karena ia memutuska mengakhiri nyawanya dengan gantung diri di kediamannya di California.

Chester Bennington yang meninggal di usia 41 tahun ini memang memiliki kisah kelam di sepanjang hidupnya. Perasaan diabaikan keluarga setelah perceraian orang tuanya di masa kecil, pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh teman sepermainannya, penyalahgunaan narkoba, depresi, serta terakhir kematian Chris Cornell menjadi pukulan berat baginya. Bahkan, Chester Bennington memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama seperti Chriss Cornell, sahabat karibnya yang juga ditemukan gantung diri pada Bulan Mei 2017 kemarin. 

Beberapa waktu sebelum laporan kematiannya, Linkin Park baru saja merilis video baru Talking To Myself yang merupakan single dari album terbaru mereka One More Light pada Mei 2017 lalu.

Apa itu depresi?

Girls, berkaca pada kejadian yang dialami Chester Bennington, dapat dilihat bahwa depresi yang seringkali terbaikan dapat membuat seseorang melakukan perbuatan yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Depresi dapat diartikan sebagai sebuah kondisi gangguan psikologis dengan ciri adanya perasaan sedih atau kekosongan mendalam. 

Dilansir dari webmd.com, biasanya hal ini muncul karena kesedihan saat seseorang mengalami kehilangan orang yang dicintainya, kejadian yang menghancurkan harga dirinya dan saat seseorang mengalami ujian atau musibah hidup.

Tanda-tanda seseorang mengalami depresi

tanda depresi pic
Sumber: pixabay.com

Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:

Merasa tertekan dan bersalah berlebihan

Perasaan tertekan dan bersalah yang berlebihan serta tidak beralasan adalah salah satu tanda depresi. Orang-orang yang mengalami depresi parah bahkan bisa mengalami delusi ataupun halusinasi yang seringkali menghantui hari-harinya.

Mudah merasa takut dan cemas

Perasaan ketakutan berlebihan yang berakhir dengan timbulnya kecemasan akan sesuatu bisa jadi merupakan tanda yang harus diperhatikan. Orang yang sedang mengalami depresi seringkali memberikan gejala berupa ketakutan atau kecemasan yang berlebihan.

Kurang konsentrasi 

Depresi juga dapat dilihat saat seseorang kurang konsentrasi atau kurang fokus dalam mengerjakan beberapa hal. Hal ini ditandai dengan ketidakmampuannya untuk berpikir dengan jernih.  Jika kamu sedang mengalaminya, cobalah untuk menata kembali fokus dan konsentrasimu.

Mengalami gangguan tidur

Jangan sepelekan gangguan tidur. Ternyata kurang tidur atau bahkan tidur telalu lama bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang mengalami depresi.

Kemunculan gejala-gejala tersebut biasanya mengganggu fungsi harian dan menurunkan produktivitas orang yang mengalaminya. Keparahan tingkat depresi dapat ditentukan oleh jumlah gejala dan intensitasnya yang muncul. Depresi yang tidak tertangani dan cenderung tidak dikendalikan dapat memunculkan tindakan berbahaya seperti berpikir atau mencoba untuk bunuh diri. Bahkan, ide bunuh diri ini akan benar-benar dilakukan oleh 15% dari orang-orang yang mengalami depresi. Serem juga, ya Girls

Ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong seseorang dengan gejala depresi

mengatasi depresi img
Sumber: pixabay.com

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada dirimu atau orang di sekitarmu, sebaiknya waspadai beberapa ciri atau tanda yang mengarahkan seseorang pada tindakan bunuh diri, misalnya:

  • Selalu berbicara atau berpikir tentang kematian
  • Mudah menyerah dan seringkali berpikir bahwa hidup telah berakhir
  • Kehilangan minat pada hidup dan hilangnya motivasi diri
  • Menarik diri terhadap pergaulan, bahkan dari keluarga
  • Perubahan kepribadian disertai dengan turunnya mood yang sangat dramatis
  • Mudah putus asa dan tersulut amarah
  • Merasa diri tidak berarti

Girls, jika kamu sendiri yang mengalami beberapa tanda di atas, segera datangi orang yang kamu percayai dan katakan padanya tentang apa yang sedang terjadi. Jika hal itu terjadi pada orang lain yang ada di sekitarmu, ajaklah bicara secara terbuka dengannya. Jangan bersikap menghakimi, yang akan berdampak pada semakin parahnya keadaan.

Kalau memang merasa tidak mampu untuk mengatasi, ada baiknya meminta pertolongan pada konselor, psikiater, psikolog, terapis, atau tenaga ahli yang berkompeten di masalah ini. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, selalu berpikiran positif akan dapat membantu mengatasi segala beban hidup ini.

Related Articles