Cara Terbaik Memutihkan Gigi

Feb 22, 2017 by carmelw

Akhir-akhir ini iklan pemutih gigi begitu banyak seliweran di social media. Sebetulnya, apakah benar gigi kita bisa putih seperti saat bayi dulu?

Gigi yang sehat dan menarik seringkali diidentikkan dengan gigi yang putih dengan bentuk yang bagus. Gigi putih dianggap bisa memberikan kesan pemiliknya lebih muda dan atraktif, baik itu laki-laki maupun perempuan. Maka tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba melakukan perawatan untuk memutihkan gigi, entah itu di dokter gigi maupun membeli alat-alat yang bisa dipakai di rumah.

Mengapa gigi kita berubah warna?

Ada 4 penyebab warna gigi berubah, yaitu:

Noda akibat kopi, teh dan minuman yang berwarna

Kopi, teh dan minuman yang berwarna, misalnya wine atau pun buah-buahan dengan warna pekat seperti berry akan meninggalkan noda pada gigi.

Faktor genetik

Banyak orang yang memiliki warna asli gigi yang kekuningan atau tidak berwarna putih jernih. Ini karena faktor genetik yang mereka dapatkan dari orang tuanya.

Faktor usia

Akumulasi noda-noda pada gigi yang tidak dirawat serta faktor usia menyebabkan gigi menguning bahkan menghitam. Ini akibat lapisan enamel yang terkikis sehingga meninggalkan lapisan dentin. Lapisan dentin inilah yang memunculkan warna kuning.

Merokok atau mengunyah tembakau

Bisa jadi faktor ini adalah faktor yang paling ‘menyeramkan’, karena rokok dan tembakau tidak hanya mengakibatkan perubahan warna pada gigi dan mengakibatkan gusi menjadi tidak sehat, tetapi juga berisiko untuk kesehatan tubuh secara umum.

Bagaimana cara yang efektif untuk memutihkan gigi?

Untuk beberapa kasus, memang warna gigi tidak bisa diputihkan seperti semula. Tetapi, setidaknya warna gigi bisa dicerahkan melalui 4 cara berikut ini:

Whitening strips

Whitening strips yang dijual di pasaran sangat mudah digunakan oleh siapa saja. Bahan aktifnya membuat whitening strips banyak dipilih sebagai metode mencerahkan warna gigi yang efektif. Namun, bentuknya tidak dapat meng-cover bentuk susunan gigi dengan baik.

Bleach trays

Bleach trays berbentuk seperti ‘baki’ yang menyerupai susunan gigi. Gel dioleskan pada bagian dalam tray kemudian tray dipasang pada gigi atas dan bawah, tergantung kebutuhan. Tray ini dikenakan selama beberapa waktu. Hasilnya memuaskan, karena gigi seolah dimanteli oleh tray dan gelnya. Namun metode yang ini dirasa tidak nyaman karena menimbulkan rasa mengganjal.

Paint on liquids

Cara kerjanya mirip dengan ‘spidol’, tetapi untuk gigi. Ideal digunakan untuk menghapus noda-noda pada gigi atau pada spot yang spesifik. Karena bentuknya yang cair, metode ini memang akan efektif untuk sementara selama tidak terkena cairan mulut atau makan dan minum dengan intens. Metode ini pun memerlukan waktu dan tenaga karena harus menutupi setiap permukaan gigi dengan rapi.

Whitening sticks

Tidak seperti paint on liquid yang hilang jika terkena cairan mulut atau makanan dan minuman, whitening sticks berbentuk seperti balsem yang beremulsi jika terkena air liur. Hasil emulsi ini akan menghasilkan warna gigi yang lebih cerah. Metode ini cocok untuk mereka yang tidak mau repot-repot harus mewarna gigi dan menghemat biaya, tetapi ingin mendapat hasil yang memuaskan.

Memutihkan gigi, apa dampaknya?

Memutihkan gigi dengan bahan kimia atau perawatan tertentu, pastinya menimbulkan efek, misalnya:

Gigi dan gusi menjadi lebih sensitif

Konsentrat tinggi dari bahan kimia aktif untuk memutihkan gigi akan menyebabkan rasa tidak nyaman atau ngilu pada gigi.

Warna gigi tidak rata

Pemutih gigi hanya bekerja dengan baik pada gigi yang belum pernah di’modifikasi’. Jadi, jika kamu sudah pernah menjalani porcelain veneers, bonding material atau dental crown, hasilnya adalah warna gigi yang tidak rata.

Semoga informasi ini berguna untukmu ya!

 

Related Articles