Cara Menambah Berat Badan Untuk Kamu Yang Underweight

Apr 08, 2018 by carmelw

Nggak cuma kelebihan berat badan atau obesitas yang dapat menyebabkan banyak terjadi komplikasi penyakit, memiliki berat badan yang kurang atau biasa disebut underweight ternyata juga memiliki risiko yang sama bahayanya bagi kesehatan tubuh.

Apa itu underweight?

underweight pada wanita img
Sumber: shutterstock.com

Untuk menentukan apakah seseorang memiliki berat badan ideal atau tidak, biasanya dihitung dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang dapat dihitung berdasarkan hitungan tinggi dan berat badan.

Umumnya, BMI normal berada pada kisaran angka 18.5-24.9. Mereka yang kelebihan berat badan biasanya memiliki BMI >25 dan yang termasuk kategori obesitas memiliki BMI>30. Namun, perlu diwaspadai jika BMI yang terhitung ternyata kurang dari 18.5,  artinya orang tersebut dianggap underweight atau kekurangan berat badan.

Mereka yang punya postur tubuh kurus karena kekurangan berat badan seringkali mudah terserang infeksi karena kekebalan tubuhnya yang menurun. Selain itu beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, mudah lelah, rambut rontok, kehilangan massa otot, serta komplikasi pada kehamilan sangat mungkin terjadi pada penderita underweight.

Penyebab underweight

penyebab underweight img
Sumber: shutterstock.com

Ada berbagai penyebab seseorang mengalami underweight atau kekurangan berat badan, seperti:

Anoreksia nervosa

Anoreksia nervosa merupakan gangguan psikologis di mana penderitanya sangat takut terlihat gemuk dan terobsesi untuk memiliki tubuh kurus, sehingga melakukan pembatasan terhadap asupan makanan yang mereka konsumsi.

Anoreksia nervosa biasanya lebih sering terjadi pada remaja putri yang berusia 16-17 tahun yang selalu merasa tubuh mereka masih kurang kurus atau terlalu gemuk meskipun kenyataannya tidak seperti itu.

Mereka yang mengidap anoreksia seringkali diketahui mengidap denyut jantung lambat, tekanan darah rendah, siklus menstruasi yang kacau, gangguan kesuburan, defisiensi vitamin, dan masih banyak gangguan kesehatan lainnya.


Gangguan tiroid

Gangguan tiroid seperti hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif memproduksi hormon tiroid sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan metabolisme.

Umumnya, penderita gangguan tiroid akan mengalami penurunan berat badan yang cepat, meskipun nafsu makan yang meningkat. Di samping itu mereka juga mengalami berbagai keluhan lain seperti kesulitan berkonsentrasi, mudah lelah, sering buang air besar, kelenjar tiroid yang telihat membesar, dan lain sebagainya.

Sindrom malabsorbsi

Sindrom malansorbsi adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan kehilangan kemampuan untuk menyerap nutrisi tertentu. Sindrom ini biasanya ditandai dengan gejala penurunan berat badan yang drastis meskipun asupan makan yang masuk ke dalam tubuh sudah cukup. Selain itu malabsorsi juga mengalami gejala lainnya seperti tinja pucat, berminyak, berbau busuk yang sangat membuat tidak nyaman penderitanya.

Kanker

Orang yang menderita kanker biasanya mengalami penurunan berat badan, karena asupan kalori yang dikonsumsinya turut berkontribusi terhadap pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Para penderita kanker seringkali mengalami nyeri perut, timbulnya rasa mual, muntah, kesulitan menelan, dan mudah kenyang akibat pembesaran hati dan limpa yang disertai dengan gejala malabsorbsi.

Penyakit kronis lainnya

Penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis, hepatitis C juga sering dikaitkan dengan penurunan berat badan secara drastis. Selain itu beberapa penyakit kronis lainnya seperti jantung kronis, penyakit paru-paru kronis, dan gagal ginjal juga terbukti menyebabkan penderitanya mengalami penurunan berat badan sehingga memicu terjadinya underweight.

Cara menambah berat badan secara aman

underweight
Sumber: shutterstock.com

Sebenarnya, bagi mereka yang mengalami undeweight, ada beberapa cara untuk menambah berat badan secara aman yang mungkin dapat dilakukan, misalnya:

  • Mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar
  • Mengkonsumsi banyak sumber karbohidrat dan lemak
  • Makan secara teratur setidaknya tiga kali dalam sehari
  • Perbanyak konsumsi protein
  • Lakukan latihan untuk meningkatkan massa otot

Namun, terlepas dari apapun penyebabnya, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter ahli untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi menangani kekurangan berat badan yang terjadi.

Related Articles