Bahaya Cat Kuku: Bikin Tampilan Kuku Jelek Hingga Masalah Kesehatan Serius

Sep 04, 2017 by carmelw

Seni menghias kuku atau nail art dengan menggunakan kutek memang seringkali membuat kecanduan para penggemarnya. Pulasan warna-warna cantik dengan dekorasi serta aksesoris yang menakjubkan membuat tampilan kuku tampak menarik dan indah untuk dipandang mata. Nggak heran sih, sebab seni menghias kuku saat ini telah menjadi bagian dari dunia fashion  yang berkembang seiring dengan berjalannya waktu. 

Sayangnya, keindahan seni menghias kuku ini nggak dibarengi dengan jaminan kesehatan bagi penggunanya. Banyak yang tidak menyadari bahaya cat kuku terkait dengan bahan kimia yang ada di dalamnya. Seringkali dikaitkan dengan munculnya berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pada sistem saraf dan hormon. Juga telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti kanker dan masalah kesuburan.

Bahaya cat kuku dan kebiasaan tidak merawat kuku

bahaya cat kuku
Sumber: pexels.com

Nah, sebelum lanjut lebih dalam, berikut ini 4 kebiasaan buruk yang harus kamu hentikan kalau nggak pengen bahaya cat kuku merusak kesehatanmu:

Nggak pernah lepas dari cat kuku

Tangan yang bersih dan terawat memang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Apalagi memakai cat kuku dengan aneka warna sebagai pemanisnya. Namun, kuku tetap butuh istirahat, lho Girls. Jadi, pastikan kukumu dapat bernafas dan beristirahat secara berkala di tengah hobi mengutik-atik warna cat kukumu. Pada dasarnya kuku berasal dari lapisan keratin protein mati yang akan melemah jika mereka terlalu sering dilapisi cat kuku. Nggak mau ‘kan kukumu tiba-tiba menjadi rapuh dan kekuningan?

Lupa memakai base coat untuk melindungi kuku

Kalau kamu hobi memakan cat kuku untuk keseharianmu, gunakan base coat untuk melindungi kuku. Base coat adalah cat kuku yang paling dasar dan biasanya digunakan sebelum kamu mengaplikasikan kutek. Beberapa base coat mengandung vitamin yang dapat melindungi kuku agar tidak mudah rusak, terkelupas, dan menguning sehingga meminimalisir bahaya cat kuku bagi kesehatan kuku.

Penggunaan nail remover yang berlebihan 

Seperti yang kita ketahui nail remover yang mengandung aceton dapat membuat kuku kering. Aceton juga  dapat merusak kutikula kuku sehingga mudah terkelupas dan pecah. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjangkinya infeksi kuku. Selain itu jika terlalu sering menggunakan  nail remover yang mengandung aceton dapat menimbulkan gangguang kesehatan terutama pada mata, syaraf, dan paru-paru.

Terlalu fokus pada pewarnaan

Jika kamu gemar bergonta-ganti dan menggunakan kutek yang mengandung berbagai bahan kimia, jangan hanya fokus pada pewarnaannya saja. Tetapi perhatikan pula kesehatannya seperti pemberian vitamin untuk kuku yang juga berfungsi untuk menjaga kelembabannya.

Bahaya cat kuku dan kandungan kimianya

kandungan kimia cat kuku img
Sumber: pexels.com

Di samping mengurangi 4 kebiasaan buruk  yang sering tanpa kamu sadari dapat merusak kuku, ada baiknya kamu juga mengetahui kandungan kimia serta bahaya cat kuku jika dipakai terus-menerus.

Formaldehyde 

Zat kimia yang sering disebut formalin ini sering dianggap sebagai karsinogen penyebab kanker terutama yang mengganggu sistem endokrin. Bila  cat kuku yang mengandung formaldehyde tersentuh tangan, maka akan timbul reaksi alergi yang berupa ruam dan berujung pada kondisi kulit dermatitis.

Toluene

Toluene adalah pelarut yang selalu ada di dalam hampir semua cat kuku. Bahan kimia yang satu ini berfungsi sebagai pigmentasi untuk mempertajam dan menghasilkan warna cat kuku yang cantik dan menarik. Efek samping dari toluene yang ternyata juga digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bensin adalah iritasi pada mata, pusing, dan yang terparah dapat merusak sistem saraf jika digunakan dalam jangka waktu lama.

Dibutyl Phtalate

Dibutyl Phtalate yang sebenarnya adalah zat kimia yang berfungsi untuk mencegah kuku retak serta memberi efek kilau pada kuku ini ternyata sering juga digunakan dalam industri lain seperti bahan campuran dalam pembuatan insektisida dan deterjen. Efek kimia yang ditimbulkan seringkali dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan reproduksi dan kesuburan. Yang terparah dapat mengakibatkan bayi lahir cacar pada wanita hamil yang terpapar zat kimia ini.

Wah, serem juga ya, Girls. Nggak nyangka ya, dari hanya sekedar kecanduan ternyata bahaya cat kuku berdampak pada kesehatan organ dalam tubuh. Tapi nggak perlu panik dulu, nggak semua kutek menggunakan bahan kimia seperti diatas. Pilihlah kutek yang tidak berbau menyengat. Carilah ruangan dengan sirkulasi udara yang lancar jika memang aroma cat kuku yang kamu pakai cukup kuat. Dan yang terpenting bagi ibu hamil kurangi frekuensi pemakaian cat kuku ya. Demi kesehatan janin yang dikandung supaya tidak menjadi korban dari dampak bahaya cat kuku dan kandungan bahan kimianya.

Related Articles