8 Tanda Kamu Seorang Pesimis, dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

Jul 12, 2018 by Larissa

Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, sedangkan seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Pernahkah kamu berpikir mungkin kamu sebenarnya seorang pesimis? Terkadang kita sendiri tidak menyadari hal itu. Kita secara tidak sengaja memiliki cara untuk melindungi diri kita dari kekecewaan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Tidak ada salahnya untuk melindungi diri kita dari kekecewaan tanpa berpikir pesimis. Ketahui apakah kamu seorang pesimis dan cara mengatasi kebiasaan buruk tersebut!

 

1. Kamu mencela keberhasilan

Saat sesuatu yang baik terjadi, seorang optimis akan merasa bangga meski seberapa kecil dia ambil andil dalam hal tersebut. Namun, seorang pesimis akan merasa dia tidak berhak untuk merasa senang ataupun bangga, dan mungkin hanya akan merasa keberhasilannya sebuah kebetulan atau keberuntungan.

Kamu bisa memperbaiki hal ini dengan mencari hubungan antara aksi dan hasil. Pelajari kesuksesan dan kegagalan dari aksi yang kamu ambil, dan bersyukurlah kamu bisa mendapat pelajaran dari itu semua.

 

2. Kamu cepat menyerah

Shutterstock

Seorang pesimis lebih cenderung akan menyerah dan berpindah ke tantangan berikutnya. Sedangkan seorang optimis akan berusaha untuk menyelesaikan tantangan itu hingga akhir. Kegigihan untuk berhasil dari kedua jenis orang inilah yang biasanya membedakan mereka.

Cara untuk memperbaiki sikap ini adalah menganggap kalau kamu akan sukses biar bagaimanapun juga. Janganlah kamu menyerah ketika masalah kecil datang. Ketika kamu mulai merasa ingin menyerah, buatlah tenggat waktu hingga kapan kamu akan terus mencoba.

 

3. Kamu Terlalu Banyak Pertimbangan

Di saat teman-temanmu sudah mulai bekerja atau mengambil keputusan, kamu mungkin menjadi salah satu yang tertinggal. Hal ini karena seorang pesimis adalah orang yang terlalu banyak pertimbangan dan berpikir. Mereka membuat banyak skenario apa yang akan dan bisa terjadi jika mereka mengambil keputusan sehingga memperlambat proses decision making mereka.

Memikirkan berbagai skenario bukanlah hal yang buruk. Dengan begitu kamu bahkan bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan. Namun, bukan berarti kamu harus menghabiskan sebagian besar waktumu hanya untuk berpikir saja, bukan?

4. Kamu sulit memaafkan

Seorang pesimis seringkali sulit memaafkan. Kamu akan berlarut-larut dalam masalah itu dan menyimpan dendam. Sama halnya dengan menyerah jika ada masalah, seorang pesimis juga mudah menyerah terhadap hubungannya dengan orang lain.

Cara memperbaiki sikap ini adalah dengan lebih terbuka dengan orang lain. Dengarkan penjelasan mereka, mencoba mengerti perspektif mereka, dan memaafkan.

 

5. Kamu mengekspektasi kabar buruk

Shutterstock

Seorang pesimis adalah orang yang berpikir negatif dan berkespektasi hal akan berakhir buruk bagaimanapun usaha yang dibuat. Karena hal itulah mereka membuat standar yang sangat rendah atas berbagai hal dan berusaha tidak memiliki harapan yang tinggi.

Ubahlah kebiasaan ini dengan berhenti berkekspektasi yang buruk, dan mulai mengharapkan yang terbaik. Biarkan dirimu merasa kecewa bila sesuatu gagal terlaksana, dan jadikan itu sebagai motivasi untuk kesempatan berikutnya. (Baca juga: Tinggalkan Kebiasaan Buruk Ini Untuk Bisa Jadi Orang Sukses)

 

6. Kamu memiliki sifat egois

Seorang pesimis jarang memikirkan orang lain dan lebih berfokus pada diri mereka sendiri. Mereka merasa diri mereka harus melakukan segala hal sendirian, sedangkan seorang optimis akan menerima tantangan sebagai tanggung jawab dan saling berbagai pekerjaan.

Cobalah untuk mulai terbuka dengan timmu. Buatlah dirimu nyaman dengan mereka sehingga kamu bisa memiliki rasa percaya dengan satu sama lain.

 

7. Kamu cepat curiga

Shutterstock

Orang yang pesimis akan sulit percaya bahwa kesuksesan seseorang atau dirinya adalah buah hasil dari usaha mereka. Mungkin mereka akan berprasangka ada faktor lain di belakang semua itu.

Daripada kamu merasa curiga, cobalah untuk langsung bertanya apa yang membuat dirimu atau orang lain sukses. Berprasangka yang tidak-tidak enggak bakal menghasilkan apa pun.

 

8. Kamu iri dengan kesuksesan orang lain

Sama halnya dengan merasa curiga, orang pesimis juga mudah untuk merasa iri akan kesuksesan orang lain. Mereka tergolong mudah untuk mengkritik atau meremehkan usaha orang lain.

Berhentilah untuk mengurusi kehidupan orang lain dan mulai fokus pada hidupmu sendiri. Buatlah hidupmu bahagia dengan pikiran yang positif dan berhenti membanding-bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Related Articles