6 Cara Terefektif Mengetahui Tipe Rambut Dengan Benar

Apr 20, 2018 by carmelw

Mengenali tipe rambut itu ternyata penting, lho Girls. Banyak orang yang nggak menyadari bahwa banyak masalah atau gangguan pada kesehatan rambut terjadi karena menggunakan produk yang salah. Dengan mengenali tipe rambut, kita dapat mengetahui bagaimana cara merawat dan menata rambut secara tepat, dan juga memilih mana produk-produk perawatan rambut yang sesuai dengan kondisi rambut.

Untuk mengenali tipe rambut sebenarnya tidak terlalu susah lho. Bahkan kita dapat mengetahuinya dengan mengamati berdasarkan enam cara efektif berikut ini:

 

Berikut 6 cara efektif mengamati tipe rambut versi Miignon

tipe rambut panjang img
Sumber: shutterstock.com

Diameter rambut

Cara pertama untuk mengetahui tipe rambut adalah dengan menentukan diameter rambut dan lebar untaiannya. Mulailah dengan mengambil sehelai rambut lalu letakkan di atas meja. Jika kamu tidak dapat melihat rambut atau merasakannya di antara jemarimu, artinya tekstur rambutmu termasuk halus. Namun, jika helai rambutmu terlihat tebal dan tampak berstruktur, artinya rambut yang kamu miliki termasuk kategori kasar. Rambutmu dikatakan kategori sedang atau medium jika memiliki tekstur di antara ke-duanya.

Mengenali tekstur rambut sangat bermanfaat untuk membantu menentukan produk kecantikan rambut apa yang harus digunakan. Misalnya, rambut kasar yang lebih berstuktur dan cenderung kering harus menggunakan lebih banyak produk yang mengandung pelembab dibandingkan dengan tipe rambut lainnya.

Kepadatan rambut

Cara berikutnya untuk mengenali tipe rambut, adalah dengan mengetahui tingkat kepadatan rambut. Ambil bagian depan rambut, lalu tarik ke arah samping. Jika kamu bisa melihat bagian kulit kepala di bawah atau melalui rambut, itu artinya rambutmu termasuk kategori tipis.

Namun, jika kamu hampir tidak melihat kulit kepala sama sekali, artinya rambutmu bisa dibilang tebal. Sedangkan jika berada di antara ke-duanya berarti rambutmu memiliki tingkat kepadatan sedang. Umumnya, setiap orang bisa saja memiliki kombinasi di antara ke-duanya, misalnya rambut halus dan tebal ataupun rambut kasar dan tipis.

Porositas rambut

Pada dasarnya porositas mengacu pada kemampuan rambut untuk menyerap kelembaban sehingga bisa menentukan jenis produk yang cocok digunakan untuk rambut. Cara mudah untuk menentukan porositas rambut adalah dengan menempatkan sehelai rambut dalam semangkuk air. Jika rambut tenggelam, artinya rambutmu memiliki porositas tinggi karena mampu menyerap semua kelembaban. Sedangkan jika rambut tetap mengapung di atas air, artinya porositas rambut tergolong rendah dan tidak mudah menyerap kelembaban.

Orang dengan porositas rambut rendah seringkali membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeringkan rambut, dan juga cenderung mengalami penumpukkan produk pada rambut mereka. Sedangkan orang yang rambutnya termasuk berporositas tinggi akan merasa rambut mereka cepat kering, tetapi tidak merasa terhidrasi dan bernutrisi. Karenanya, dibutuhkan produk perawatan rambut yang dapat membuat rambut terhidrasi dengan baik.

Baca Juga: Rambut Pun Punya Masanya, Ini Perubahan Kondisi Rambut Sesuai Tahapan Umur

Elastisitas rambut

Tingkat elastisitas untaian rambut dapat dilihat saat kamu merentangkannya. Rambut yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi, akan meregang hingga 50% panjang aslinya. Namun sebaliknya, jika untaian mudah patah saat direntangkan, artinya elastisitasnya rendah. Keelastisitasan rambut umumnya juga digunakan untuk melihat seberapa sehat rambut yang kita miliki.

Pola rambut

Yang perlu dipahami, pola rambut dapat mengalami perubahan seiring dengan bertambahan usia, hormon, dan cara perawatannya. Cara mengetahui pola rambut adalah dengan mencuci rambut menggunakan shampo seperti biasanya, lalu keringkan secara alami, tidak dengan menggunakan hair dryer.

Amati pola yang terbentuk dari rambutmu. Jika tidak memiliki kurva sama sekali artinya rambutmu termasuk kategori lurus. Rambut yang menampakkan pola bergelombang tetapi tidak melengkung termasuk rambut bergelombang. Rambut keriting akan membentuk bentuk S dan memiliki pola kurva yang sangat kentara bahkan ketika tidak ditata.

Produksi sebum

Lakukan pengamatan pada rambut satu hingga dua hari setelah keramas, untuk mengetahui tipe rambut berdasarkan produksi sebumnya. Jika sangat berminyak, sudah pasti rambut termasuk kategori berminyak. Jika tidak ada perubahan artinya rambut termasuk kategori normal, tetapi jika terlihat patah dan kusam, bisa dipastikan rambut termasuk tipe kering.

Faktanya,sebagian besar orang memiliki kombinasi kulit kepala berminyak dan kering. Sebaiknya gunakan shampo yang dapat menutrisi hingga akar rambut, lalu tambahkan conditioner untuk menghidrasi dari batang hingga ujung rambut.

Nah, setelah mengetahui cara mengenali tipe rambut, sekarang perawatan rambut terasa lebih mudah kan?

Baca Juga: Pengen Rambutmu Sehat? Inilah 10 Treatment Terlarang Untuk Rambut Harus Kamu Hentikan

 

Related Articles