Ternyata, Depresi Dapat Diminimalisir Dengan Latihan Angkat Beban, Kok Bisa?

Jul 15, 2018 by carmelw

Ada banyak cara yang  sebenarnya dapat dilakukan untuk meningkatkan mood, di antaranya adalah dengan melakukan latihan aerobik termasuk berlari, bersepeda, dan berenang. Namun, hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal peneliti University of Limerick, Irlandia menunjukkan adanya fakta bahwa latihan angkat beban memiliki manfaat yang sama baiknya dengan latihan aerobik, bahkan beberapa di antaranya secara signifikan dapat membantu mengurangi gejala depresi.

Penelitian yang dilakukan selama 33 kali dengan total lebih dari 1800 peserta ini menghasilkan kesimpulan bahwa melakukan latihan angkat berat akan sangat efektif untuk mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang, terutama pada orang dewasa. Gejala depresi ini meliputi timbulnya perasaan tidak berharga, suasana hati yang buruk, serta hilangnya minat dalam melakukan aktivitas apapun.

Baca Juga: Depresi Bagaikan Bom Waktu, Jangan Disepelekan

angkat beban
Sumber: shutterstock.com

Hasil riset membuktikan bahwa untuk mengurangi gejala depresi seseorang sebaiknya melakukan latihan angkat beban tidak lebih dari 45 menit per sesinya dan benar-benar harus di bawah pengawasan pelatih profesional. Di samping itu, untuk hasil yang lebih maksimal mereka harus mengikuti panduan dari American College of Sport Medicine yang menyarankan untuk melakukan latihan kekuatan setidaknya dua hari berturut-turut dalam seminggu, di mana masing-masing sesi latihan diisi dengan delapan hingga duabelas pengulangan dari 10 gerakan latihan pembentukan otot yang berbeda setiap kalinya.

Sebelumnya, penelitian yang telah dipublikasikan beberapa waktu lalu di British Journal of Sports Medicine ini juga menemukan bahwa olahraga, dalam hal ini latihan angkat beban ternyata benar-benar dapat mengubah struktur otak sehingga dapat meningkatkan aliran dari dan membuat sel-sel otak memicu pelepasan endorfin yang dapat memperbaiki mood dengan adanya sel-sel otak baru yang terbentuk dari hasil latihan.

Selain itu penelitian juga menemukan bahwa dengan berkonsentrasi pada hasil yang ingin dicapai, orang-orang akan semakin dapat membuat tubuh dan otaknya menjadi lebih rileks dan sedikit melupakan segala permasalahan yang menjadi penyebab munculnya gejala-gejala depresi yang dialaminya.

Jadi, bisa dibilang latihan ini akan sangat adiktif sehingga membuat pelakunya terus menerus meningkatkan mood dan kekuatan untuk mencapai hasil yang diinginkan, sebab olahraga angkat  beban ini seringkali memacu seseorang untuk mencoba mengangkat beban yang lebih berat dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Di samping itu, latihan angkat beban yang semakin meningkat popularitasnya di kalangan para pecinta olahraga kebugaran ini telah terbukti membuat fisik terlihat lebih ramping, memacu pikiran otot, dan juga meningkatkan metabolisme sehingga mampu memberi kekuatan dan membangun kepercayaan diri.

Walau telah terbukti menemukan kaitan antara latihan beban dan berkurangnya depresi, tetapi sebenarnya hasil riset tidak dapat menemukan secara pasti penyebab mengapa orang-orang yang melakukan latihan beban memiliki lebih sedikit gejala depresi dibandingkan mereka yang tidak melakukannya sama sekali. Karenanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian yang masih membutuhkan riset lanjutan tersebut, termasuk juga apakah gejala depresi tersebut dapat benar-benar diatasi hanya dengan melakukan latihan beban ataupun masih membutuhkan perawatan lain yang didukung bukti empiris seperti pengobatan.

Meskipun begitu, tidak salahnya bagi mereka yang mengalami mood buruk bisa mencoba untuk tetap melakukan latihan beban karena selain keterkaitannya terhadap kesehatan mental, latihan yang cocok dilakukan baik oleh pria atau wanita iini juga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya seperti melawan obesitas, mencegah osteporosis, mengurangi risiko penyakit diabetes, menjaga kesehatan jantung, serta mencegah sakit punggung terutama bagi para pekerja kantoran yang paling rentan mengalaminya.

Baca Juga: Saat Depresi Menjadi ‘Orang Ketiga’ Dalam Hubungan Asmaramu

 

 

Related Articles