Plus-Minus Jadi Orang yang Suka Jalan-Jalan Sendiri

Mar 30, 2018 by Silvia Ayu

Menjadi orang yang lebih nyaman pergi jalan-jalan sendiri memang susah-susah gampang. Saat yang lainnya punya rencana matang untuk pergi ke luar kota bersama keluarga atau kerabat dekatJalan-JalanJalan-Jalan, kamu yang sukanya jalan-jalan sendiri lebih sering spontan untuk menentukan destinasi liburan.

Untuk itu, coba yuk kita ulas tentang ‘si penyendiri’ yang sebenarnya punya sejuta keistimewaan di banding orang lain ini. Apalagi jika kamu juga punya karakter demikian, saatnya kamu baca dengan seksama apakah benar kelebihan dan kekurangan ini kamu miliki? Cekidot!

Kelebihan & Kekurangan Jalan-Jalan Sendiri

Kelebihan orang yang suka ke mana-mana sendiri

jalan-jalan hobi foto
https://unsplash.com/photos/VVgVlH1D10U
  • Mandiri dan terbiasa melakukan apa-apa sendiri

Mengeluh adalah hal yang haram dilakukan para solo traveler. Bagi mereka, merencanakan hingga mengeksekusi segalanya sendiri merupakan kenikmatan tiada tara, daripada mengandalkan orang lain dan nggak ada habisnya. Mungkin pada awalnya akan banyak yang menganggap mereka ini aneh. Tapi percaya nggak kalau lama-lama karakter ini akan diapresiasi?

  • Punya kesempatan me time yang cukup

Di era modern ini, memiliki kesempatan untuk me time adalah anugerah tiada tara. Gimana nggak, kesibukan yang seringkali melanda menjadikan seseorang kurang memiliki waktu cukup untuk sekadar memanjakan diri sendiri. Nah, inilah kelebihanmu sebagai solo traveler, karena kesempatan me time-mu selalu terbuka lebar!

  • Mudah introspeksi diri dan mensyukuri apa yang sudah dimiliki

Karena kesempatan me time yang terbuka lebar, para solo traveler ini juga memiliki segudang waktu untuk mensyukuri apa yang dia punya saat ini. Misalnya saja, sembari ia menikmati pemandangan alam, dia akan merasakan bahwa sendiri itu nggak selalu menyiksa asal kita pandai menyikapinya.

Kekurangan orang yang suka ke mana-mana sendiri

jalan-jalan sendiri image
https://unsplash.com/photos/r4He4Btlsro
  • Biasanya cenderung tertutup pada orang lain

Meski nggak semua para solo traveler memiliki karakter tertutup, namun hal ini berkaitan dengan kebiasannya melakukan semuanya sendiri. Dia sangat jarang meminta bantuan orang lain, kecuali memang ditawarkan sebelumnya. Hal inilah yang menjadikannya cenderung lebih tertutup dan seolah ‘ngak butuh’ orang lain.

  • Kurang memiliki teman berbagi saat di perjalanan

Saat berkunjung ke tempat-tempat seru seperti museum, kebun bunga atau pantai, tentu akan lebih afdol kalau kita memiliki teman bercerita untuk berbagi pengalaman. Namun, hal semacam ini mungkin saja nggak dirasakan para solo traveler karena mereka menganggap semuanya cukup dikonsumsi sendiri. Ya, meski sebenarnya ini nggak terlalu baik kalau diteruskan lama-lama.

Related Articles