Menikah Bukan Cuma Indahnya, Yakin Sudah Siap Atau Cuma ‘Kebelet’?

Jul 13, 2017 by carmelw

Menikah atau berumah tangga bukanlah perkara yang mudah. Ini bukan hanya sekedar mempersiapkan resepsi perkawinan yang hanya berlangsung sehari saja. Perkawinan adalah moment yang sakral dan seumur hidup. Untuk itu selain kesiapan secara materi, persiapan secara mental juga penting banget untuk membina rumah tangga.

Yakin sudah siap menikah?

Nah, Girls kalau kamu sudah memiliki tanda-tanda seperti di bawah ini, berarti kamu siap untuk mengucapkan “Yes, I do” saat calon pasangan melamarmu. Simak yuk.

Bisa berkomunikasi dengan baik dan saling kompromi

berkomunikasi dengan baik img
Sumber: pexels.com/u/pixabay

Yang terutama dalam hidup perkawinan adalah adanya komunikasi yang lancar dan baik di antara kedua belah pihak. Banyak sekali perkawinan yang gagal di tengah perjalanan hanya karena komunikasi yang tidak terjalin dengan baik. 

Kalau kamu sudah bisa menyatukan keinginanmu, bisa membicarakan semua masalah yang timbul dengan baik berdua, dan tidak  memendamnya dalam hati hingga menunggu saat meledak itu tanda pertama bahwa kamu siap untuk menikah. Sebab semakin lancar kamu berkomunikasi dengan pasangan, semakin baik sebuah hubungan yang terbentuk.

Bisa memprioritaskan antara keinginan dan kebutuhan

menikah-3
Sumber: pexels.com/u/inna-lesyk-67454/

Rumah tangga harus dapat menjadi prioritas utama dalam hidupmu.  Kamu harus mampu mengatur dan membagi waktu diantara 24 jam kehidupanmu, baik untuk diri sendiri juga untuk pasangan. Jika kamu sudah mulai bisa memilah dan memilih mana yang masuk sebagai keinginan pribadi dan mana yang akan menjadi kebutuhan bersama itu tanda kedua kamu sudah siap untuk menikah. 

Sanggup mengesampingkan ego

sudah siap mengesampingkan ego pic
Sumber: pexels.com/u/inna-lesyk-67454/

Kamu mungkin telah memahami bahwa ego yang buruk akan berdampak negatif. Nggak ada satupun hubungan yang akan langgeng dengan saling mempertahankan ego di dalamnya.

Menikah itu bukan saatnya untuk berbicara tentang aku saja. Tetapi sudah bisa menempatkan tentang kami dan kita. Kamu dikatakan siap menikah jika telah sanggup mengesampingkan ego di dalam hubunganmu dengan calon pasanganmu.

Siap berkomitmen

menikah-5
Sumber: pexels.com/u/deesha-chandra-4156/om/

Biasanya wanita lebih siap untuk berkomitmen dibandingkan pria. Komitmen menikah adalah salah janji untuk tetap bersama seumur hidup dan menjalani semuanya baik  di saat senang maupun susah.

Komitmen ini termasuk bagaimana kamu harus bertanggung jawab dan serius dalam sebuah hubungan, menempatkan rumah tangga sebagai prioritas, dan merencanakan masa depan bersama pasangan. Di dalam komitmen juga harus kepercayaan dan kejujuran satu sama lain. Apakah kamu sudah memilikinya?

Bersikap dewasa dan memiliki pemikiran terbuka

bersikap dewasa img
Sumber: pexels.com/u/rosie-ann-115355/

Kamu dikatakan siap untuk menikah ketika sudah bisa bersikap dewasa. Bukan saja karena tuntutan usia, tetapi dari cara berpikir juga. Sikap dewasa ditandai oleh adanya pemikiran yang terbuka dalam memandang segala permasalahan. Termasuk mau mengalah, menerima masukan dari pasangan untuk solusi yang terbaik, menjalankan keputusan bersama dengan ikhlas, dan tidak mengungkit-ungkit suatu permasalahan yang sebenarnya sudah terselesaikan.

Kondisi emosional stabil

menikah 6
Sumber: pexels.com

Salah satu modal dalam menikah adalah adanya kondisi emosional yang stabil. Emosi yang labil dengan reaksi yang meledak-ledak ketika menghadapi masalah sudah harus disingkirkan jauh-jauh dari dirimu. Dengan kondisi emosi yang tertata, kamu jadi lebih bisa untuk bertoleransi dan menghargai pasangan, serta lebih tenang dan tidak terburu-buru dalam menilai segala sesuatu.

Mampu mentoleransi perbedaan

pexels.com

Sebenarnya menolerasi perbedaan ini erat kaitannya dengan mengesampingkan ego yang telah dibahas sebelumnya. Penting untuk kamu ingat bahwa menikah adalah menyatukan dua hati, dan menyatukan dua pribadi yang berbeda. Sehingga sangat dibutuhkan sikap toleransi terutama terhadap pasangan. Jika saat ini kamu sudah mulai bisa meyakini bahwa perbedaan itu adalah hal yang wajar dan manusiawi, artinya kamu sudah siap untuk menikah.

Mampu menata keuangan dengan baik

shopping
Sumber: pexels.com

Cinta memang diperlukan dalam hubungan perkawinan. Tetapi di balik itu ada hal lain yang nggak kalah penting, yaitu bagaimana menata keuangan dengan baik. Selain komunikasi, masalah keuangan menjadi salah satu penyebab kandasnya perkawinan di tengah jalan. Ketidakmampuan pasangan mengatur keuangan membuat rumah tangga akan berjalan terseok, lalu berhenti pada satu titik keputusasaan. 

Masalah keuangan ini harus dibicarakan secara terbuka dengan calon pasanganmu sebelum kalian memutuskan untuk menikah. Tujuannya tentu saja agar dapat menyamakan visi dan misi dalam menata masa depan finansial rumah tangga. Kalau kamu sudah mampu mengatur keuangan,  tidak boros dalam membelanjakan yang tidak dibutuhkan, serta dapat menerapkan prioritas dalam pengeluaran itu tandanya kamu sudah layak untuk menikah.

Bagaimana, Girls? Apakah sebagian besar tanda – tanda di atas sudah terlihat dalam dirimu? Kalau sudah itu tandanya kamu sudah siap menjalani bahtera rumah tangga bersama pasangan. Kalau belum? Kamu bisa mulai mempelajarinya dari sekarang kok. Selamat berbahagia ya.

Related Articles