Memperjuangkan Cinta Juga Ada Batasannya, Ini 5 Tanda yang Harus Kamu Pahami

Dec 29, 2017 by haify

Ketika kamu sudah jatuh hati pada seseorang, maka tanpa sadar kamu akan mencoba menjalin hubungan yang penuh cinta dan kasih. Berupaya agar dia menjadi orang terakhir yang kamu cintai untuk selamanya. Di awal hubungan, mungkin terasa begitu bahagia dan sedang cinta-cintanya. Apapun yang dilakukan terasa menyenangkan. Bahkan kaliat selalu berdua kemana pun. Rasanya, kalau nggak ada dia, ada yang kurang. Itu semua karena kalian masih belajar mengenal satu sama lain.

Hingga akhirnya, semakin waktu berjalan, kamu semakin merasa perubahannya. Dia yang dulu sangat mencintaimu dan mau melakukan apa saja, kini mulai tak peduli denganmu. Bahkan kamu lah yang mengejar-ngejarnya, berusaha sendiri agar hubungan kalian tetap berjalan. Katanya sih masih cinta, tapi hanya kamu yang mati-matian untuk mempertahankan jalinan cinta kalian. Yang perlu kamu ingat adalah, memperjuangkan cinta selalu ada batasnya. Bahkan ketika kamu udah terlalu cinta. Mencintai seseorang harusnya membawa kebahagiaan, bukan yang dibungkus dengan penderitaan. Jika 5 hal ini sudah kamu rasakan, maka sudah saatnya kamu melepaskan dia. Ada yang lebih pantas untukmu.

5 Batasan Memperjuangkan Cinta

1. Kehidupanmu hanya berfokus pada dirinya, sedangkan kewajiban lain kamu kesampingkan

batas memperjuangkan cinta pic
Sumber foto: pexels

Sejak menjalin hubungan dengannya, tentu dia jadi salah satu prioritasmu. Tapi bukan berarti seluruh fokusmu hanya tertuju padanya. Kamu punya banyak hal lain yang harus tetap diselesaikan. Entah itu pendidikan atau pekerjaanmu. Jika saat ini seluruh fokusmu berubah dan hanya tertuju padanya, maka ada sesuatu yang salah. Dalam hubungan tersebut, hanya kamu lah yang berjuang. Dan akibatnya prioritasmu yang lain jadi terbengkalai. Bukankah seharusnya kalian saling melengkapi dan mendukung, bukan hanya menunggu perhatian dan usaha dari satu pihak?

2. Sekali dua kali kesalahan yang sama, pantas kamu maafkan. Jika berkali-kali dan nggak ada perubahan, maka sebaiknya kamu harus berpikir ulang

Sumber foto: pexels

Namanya manusia, kamu paham bahwa nggak ada yang sempurna. Kita pasti pernah berbuat salah. Oleh karena itulah ada yang namanya penyesalan dan memaafkan. Begitu pun dalam hubungan. Mungkin dia pernah melakukan kesalahan, misalnya membohongimu atau melakukan kekerasan fisik. Jika itu dilakukan sekali-dua kali, kamu masih bisa memaafkan. Karena kamu tahu dia akan berubah. Tapi setiap kali kamu beri kesempatan untuk memperbaiki, setiap itu juga dia melakukan kesalahan yang sama. Artinya, nggak ada keinginannya untuk berubah. Apakah kamu yakin bisa bertahan hidup dengannya dalam kebohongan terus menerus atau kekerasan fisik yang dilakukannya?

3. Dia nggak pernah menghargai atau menghormatimu, padahal itu adalah keharusan meski secinta apapun kamu padanya

Sumber foto: pexels

Secinta apa pun kita pada pasangan, bukan berarti itu menghilangkan rasa menghargai dan hormat kepadanya. Secinta apapun, bukan berarti kamu nggak punya privasi lagi. Karena sampai kapan pun, memang ada beberapa privasi yang sengaja disimpan untuk diri sendiri. Dan harusnya, di masa pacaran seperti ini, ia menunjukkan bagaimana ia memperlakukanmu sebagai seorang wanita yang ia cintai. Tapi jika ia tak pernah menghormatimu atau menghargaimu, tak pernah berterima kasih atas segala yang kamu lakukan, atau malah menganggap remeh apa yang kamu usahakan, maka sudahi saja. Kamu nggak bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dengan orang yang seperti itu.

4. Perlahan kamu merasa nggak menjadi dirimu sendiri sejak masuk ke kehidupannya

Sumber foto: pexels

Kamu berhak saja berjuang dengan caramu sendiri agar hubungan kalian tetap bertahan sebagai sepasang kekasih. Tapi bukan berarti perjuangan tersebut malah membuatmu menjadi orang lain. Ketika kamu dituntut untuk menjadi apa yang dia inginkan, bukan apa yang terbaik, maka hubunganmu perlu dipertimbangkan. Apalagi ketika kamu merasa bukan dirimu sendiri saat bersamanya. Kamu merasa jadi orang lain karenanya, maka perjuanganmu cukup sampai di sini saja.

5. Kamu nggak pernah menjadi bagian dari prioritasnya, meski dia selalu nomor satu bagimu

tidak menjadi prioritas img
Sumber foto: pexels

Dan yang terakhir, yang menjadi batas perjuanganmu adalah ketika semua yang kamu usahakan tak pernah membuatmu menjadi bagian dari prioritasnya. Meski bukan nomor satu, kamu, sebagai pasangannya tentu harus menjadi bagian dari prioritas selain keluarga, pendidikan, dan pekerjaan. Apalagi jika ada niat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi. Namun ketika hingga saat ini, kamu masih belum menjadi prioritasnya, maka kamu perlu berpikir dua kali. Kamu yang selalu menomorsatukan dia, tapi dia nggak pernah membuatmu bagian dari prioritasnya, itu adalah bagian dari kesia-siaan.

 

Bagaimana pun besarnya rasa cintamu pada pasangan, bukan berarti kamu harus selalu berjuang mati-matian. Kamu nggak harus berjuang sendirian. Karena semuanya ada batasan. Karena hubungan bukan soal satu orang, tapi melainkan dua insan 🙂

Related Articles