Mau Jadi Beauty Content Creator ? Baca Ini Dulu Sebelum Memutuskan Terjun

Jul 29, 2017 by Alifah Puarada

Zaman sekarang, menjadi influencer ataupun content creator adalah profesi menjanjikan. Salah satu bidang yang banyak digemari adalah beauty. Menjadi beauty influencer atau beauty content creator berarti melakukan hobi yang dibayar, terkenal, diundang ke launching produk baru, mendapat make up gratis, dikirimin hampers tiap kali brand rilis produk, diajak travelling, feed Instagram rapi memanjakan mata, dan sebagainya.

Kelihatannya enak banget yaa, jadi beauty content creator. Kerjanya gampang, tinggal bikin video atau blog, upload foto di instagram, hidupnya lebih dari cukup. Makanya banyak banget yang pengen jadi beauty content creator. Mungkin termasuk kamu juga. Padahal menjadi beauty content creator nggak segampang kelihatannya, hidupnya juga nggak seglamor feed instagram. Yang bagus-bagus itu yang kelihatan. Di balik itu ada kerja keras, pengorbanan, dan cerita-cerita lain.

Yakin, masih pengen jadi beauty content creator, Girls ? Yuk, baca ini dulu sebelum benar-benar terjun ke dunia konten digital !

Beauty Content Creator

Banyak Saingan

banyak saingan sebagai beauty content creator img

Ini hal pertama yang perlu kamu tahu. Beauty content creator sekarang itu banyak banget. Entah itu beaty vlogger, beauty blogger, atau beauty writer, udah nggak terhitung lagi jumlahnya. Calon senior-senior kamu udah bagus itu banyak jumlahnya, yang rata-rata lebih banyak lagi, yang kualitasnya ‘meh’ apalagi.

Tentu saja semua beauty vlogger atau blogger itu punya audiens masing-masing. Mereka semua mengatakan kalau mereka bukan saingan melainkan rekan, mereka punya market sendiri, dan soal rezeki pasti ada bagiannya sendiri. Realitanya, persaingan antar vlogger atau blogger sangat ketat. Bukannya pertemanan mereka itu palsu ya, tetap ada yang berteman dengan tulus dan benar-benar empower one another. Tapi ya, pokoknya kamu harus tahu kalau mau menjadi beauty content creator harus siap dengan banyak saingan.

Siap di sini maksudnya, kalau kamu mau stand out ya kamu nggak boleh jadi beauty vlogger atau blogger yang rata-rata. Kamu harus tahu kekuatan kamu, karakter kamu, lalu tampilkan ciri khasmu sebaik mungkin. Makin beda makin bagus. Tapi kalau beda dalam arti negatif ya siap-siap konsekuensinya.

Tentukan Niat

tentukan niat pic

Melihat para beauty vlogger atau blogger unboxing paket-paket berisi make up memang bikin mupeng ya, Girls. Tapi jangan sampai make up gratis itu menjadi tujuanmu terjun ke dunia beauty content creating. Serius deh, itu nggak banget. Kalau kamu nggak suka creating content, entah itu foto, video, atau artikel, karirmu sebagai beauty content creator akan berumur pendek. Audiens juga akan ngerti kok, mana vlogger atau blogger yang beneran niat bikin konten, dan mana vlogger atau blogger yang mengincar make up gratis.

Saran nih ya, kalau niatmu menjadi beauty content creator adalah untuk bisnis, mulailah dengan modal dan persiapan yang matang. Kalau niat kamu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, pastikan kamu memang punya pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibagi.

Perlu Kerja Keras

Sama seperti segala hal di dunia ini, untuk menjadi beauty content creator sukses dibutuhkan kerja keras. Orang-orang mengatakan “mulai saja dengan apa yang kamu punya, nanti juga akan berkembang”. Itu benar, tapi kalau kamu benar-benar mulai dari 0, kerja kerasmu harus ekstra. Ekstra belajar mengembangkan keterampilan, ekstra menghasilkan konten supaya dinotice, ekstra segalanya.

Bahkan beauty vlogger senior pun tetap bekerja keras. Menentukan konsep, filming, edit sana sini, cek berkali-kali, baru video diupload. Begitu juga beauty blogger. Mencoba produk baru, mencatat segala perubahan sekecil apapun, membuat foto yang proper, menulis ulasan, kalau produk nggak cocok perlu kerja ekstra untuk mengembalikan kondisi kulit.

Percayalah, nggak ada cara instan untuk menjadi beauty content creator.

Nggak Semua Orang Baik

nggak semua orang baik pic

Kamu pasti sering mendengar beauty vlogger atau blogger menceritakan suka duka profesi mereka, hampir semua akan bilang banyak sukanya. Bertemu teman-teman sesama vlogger atau blogger, bertemu beauty enthusiast lain, mendapat banyak teman baik, dan sebagainya. Tapi kamu perlu tahu, nggak semua orang benar-benar sebaik itu. Sebagus apapun kamu nanti, akan ada haters yang nggak suka dengan karya yang kamu hasilkan. Sebaik apapun kamu bersikap nanti, akan ada orang-orang yang mencibirmu. Akan ada orang-orang yang menghargai usahamu. Dan akan ada juga teman-teman sesama beauty content creator yang membicarakanmu di belakang.

Ingat ya, kamu bersikap baik aja masih banyak yang nggak suka. Apalagi kalau kamu bersikap menyebalkan. Jadi, beneran mau jadi beauty content creator ?

 

Related Articles