Jangan Gampang Mengumbar Masalahmu di Sosmed. Ini Alasannya!

May 23, 2017 by Silvia Ayu

Di era modern ini, hampir semua orang telah memiliki akses di sosial media. Terlebih bagi mereka yang butuh eksistensi, memiliki lebih dari satu akun sosial media adalah hal wajib. Terbukti, nama mereka semakin melambung tinggi sejalan dengan aktivitas mereka di sana.

Namun sangat disayangkan, beberapa dari pengguna sosial media (mungkin termasuk kamu) yang kurang bijak menggunakannya. Berbagai macam masalah pribadi tidak layak diketahui publik justru di-share ke wadah yang kurang tepat, yakni sosial media. Mungkin mereka atau kamu belum sadar, bahwa ini bukan tindakan yang tepat dan wajar.

Berikut ini adalah alasan, mengapa sebaiknya kamu tidak mengumbar masalahmu di sosial media. Here we go!

Alasan Untuk Tidak Mengumbar Masalahmu Di Sosmed

Masalahmu ya masalahmu, bukan masalah mereka!

Setiap orang pasti punya masalah dan berbagai kendala dalam hidupnya. Tak jarang, bercerita kepada orang kepercayaan menjadi pilihan, meski belum tentu menemukan penyelesaian. Tapi, ini semua dianggap kuno. Kini, orang-orang justru mencari ‘pembelaan’ di sosial media miliknya, agar semua orang tahu sehingga memberi simpati. Ah, sungguh ironi.

Tujuan lainnya, orang-orang yang dengan mudahnya mengumbar masalah di sosial media ini ingin lebih eksis meski dengan cara yang kurang tepat. Ya, mereka hanya ingin lebih dikenal.

Karena tahukah kamu, setiap permasalahan yang kamu hadapi itu bukan milik mereka yang belum sepenuhnya dikenal. Masalahmu ya masalahmu yang harus secepatnya diselesaikan, bukan malah dipertontonkan hanya untuk ‘mengemis’ perhatian!

Simpati yang datang dari sosial media itu fana. Ingat itu!

Sebesar apapun perhatian orang-orang di sosial media itu tidak sebanding dengan perhatian di dunia nyata. Mungkin, simpati yang diberikan adalah bentuk formalitas saja. Bukankah lebih menyedihkan kalau masalah yang kamu hadapi malah mendapat simpati palsu? Think about it!

Lebih baik, pakai trik lama dengan mencurahkan segala keluh kesahmu kepada orang-orang terdekat seperti orangtua, suadara, atau teman-temanmu saja. Percayalah bahwa tiada guna mencari pembelaan di sosial media, tanpa adanya aksi nyata.

Saat kamu benar-benar ‘jatuh’, kamu hanya akan jadi bahan tertawaan di sosmed

Karena kamu belum mengenal sepenuhnya orang-orang di sosmed, kamu pun tidak pernah tahu bagaimana watak mereka yang sesungguhnya. Mungkin saja mereka baik di depan, tapi diam-diam membicarakanmu di belakang. Who knows, right?

Dari sinilah kamu harus antisipasi soal penggunaan sosial media, yang bisa kapan saja membuatmu celaka. Ingat juga, bahwa sosial media diciptakan bukan untuk mencari pembelaan, tapi ‘menjual’ dirimu dengan cara yang positif dan elegan.

Daripada mengumbar masalahmu, kenapa kamu tidak mempromosikan potensi yang kamu punya saja?

Setiap orang itu istimewa dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Kamu yang pandai menulis, cobalah untuk rajin-rajin membagikan hasil tulisanmu ke sosmed dan biarkan orang-orang tahu bahwa kamu ini berpotensi menjadi penulis handal. Biarkan juga orang-orang ini paham, bahwa yang kamu lakukan di sosial media ini merupakan sebuah usaha untuk self branding.

Atau kamu yang hobi memotret, bagikanlah hasil jepretanmu ke Instagram atau Facebook sebagai bahan postingan yang berbobot. Siapa tahu, kelak akan ada teman yang ingin memakai jasamu sebagai fotografer. Lumayan ‘kan buat kerja sampingan dan portofolio?

Masih banyak lagi kemampuan-kemampuan yang bisa kamu tonjolkan di sosial media, daripada sekadar mengumbar masalah. There’s many way for being famous without mencari sensasi atau mencari pembelaan di sosial media.

So guys, semoga membantu, ya!

Related Articles