Itu Purging Atau Break Out ? Yuk Kenali Ciri-Cirinya Biar Nggak Salah Treatment

May 03, 2017 by Alifah Puarada

Pernah nggak mengalami kulit wajah tiba-tiba jelek banget : bruntusan, jerawat muncul di mana-mana, atau kulit kemerahan gatal-gatal ? Pasti pernah kan sekali waktu ketika mencoba produk skin care baru kulit wajah bereaksi nggak sesuai ekspektasi ? Lalu kita ragu, apakah produknya nggak cocok atau memang lagi proses purging. Kan sering ya, kita denger kalau pakai produk A atau B ada purging dulu. Di sisi lain, banyak juga yang punya pengalaman break out karena pakai produk yang sama.

Sebenarnya apa sih bedanya purging dengan break out ? Atau malah keduanya sama saja ? Kalau beda, gimana cara mengenalinya dan gimana juga cara memperbaikinya ? Nggak asik banget kalau pakai produk skin care baru dengan harapan wajah kinclong malah hasil yang didapat kebalikannya. Cari tau dulu yuk, itu beneran purging atau justru break out !

Pahami Dulu Apa Yang Dimaksud Dengan Purging dan Break Out

perbedaan purging dan break out pic

Nah ini, sering bilang ini purging itu purging memangnya benar sudah tau purging artinya apa ? Sederhananya, purging adalah proses pembersihan kulit dari segala masalah seperti jerawat, minyak, dan kotoran yang menyumbat pori-pori yang diikuti dengan munculnya masalah-masalah kulit tersebut di permukaan sebelum akhirnya kulit wajah menjadi bersih seperti yang diharapkan.

Sedangkan break out merupakan jerawat atau bruntusan yang memenuhi kulit wajah karena pori-pori tersumbat sebagai reaksi dari kulit yang nggak cocok terhadap satu atau beberapa kandungan suatu produk. Bisa juga break out merupakan tanda bahwa kulit sedang dehidrasi.

Muncul Jerawat Atau Bruntusan Di Area Mana ?

area munculnya jerawat img

Pada reaksi purging, jerawat atau bruntusan hanya muncul di area-area langganan. Misalnya kita memang langganan muncul jerawat di area dahi sebulan sekali, maka ketika purging sejumlah jerawat juga muncul di area dahi. Hal tersebut karena kulit sedang dibersihkan sehingga jerawat-jerawat yang tersimpan memang dipaksa keluar. Jadi jerawat-jerawat ‘cadangan’ di dahi bermunculan, bisa juga di pipi, atau di dagu, pokoknya di tempat-tempat yang biasa muncul jerawat.

Bukan cuma jerawat atau bruntusan, purging juga bisa ditandai dengan produksi minyak berlebih pada wajah. Memang nggak semua orang akan mengalami purging ketika mencoba produk baru. Orang yang nggak mengalami purging berarti memang kulitnya sudah bersih, jadi ya nggak ada jerawat yang dipaksa keluar.

Kalau break out, jerawat atau bruntusan bisa muncul di mana saja di seluruh permukaan kulit wajah. Jadi kalau biasanya nggak pernah jerawatan di pipi terus pas pakai produk baru malah muncul jerawat, besar kemungkinan itu break out.

Produk Baru Yang Dipakai Kandungannya Apa ?

mengatasi purging img

Purging berkaitan dengan pembersihan kulit.  Jadi produk perawatan kulit yang berpotensi memicu reaksi purging adalah bahan-bahan exfoliator yang sifatnya non-comedogenic. Misalnya AHA (glycolic acid, lactic acid, tartaric acid), BHA (salycilic acid), tretinoin, retinoid acid, dan sejenisnya. Bahan-bahan exfoliant ini mengelupas sel kulit mati dan mempercepat regenerasi sel  kulit baru sehingga jerawat-jerawat yang tadinya di bawah kulit muncul ke permukaan.

Kalau break out penyebabnya biasanya ingredients yang comedogenic sehingga menyumbat pori-pori yang akhirnya berakibat pada munculnya jerawat baru.  Selain itu break out juga bisa desebabkan karena kulit kita nggak mau menerima zat tertentu, misalnya fragrance, SLS, atau chemical sunscreen. Jadi, kalau produk baru yang kita gunakan bukan kategori eksfoliator lantas menyebabkan jerawat, bisa dipastikan kulit kita mengalami break out.

Lalu, Gimana Mengatasinya ?

mengatasi break out pic

Setelah mengerti bedanya purging dan break out, kita akan lebih mudah menentukan bagaimana perawatannya. Kalau purging, teruskan pemakaian produk yang bersangkutan. Tapi didampingi juga dengan produk yang sifatnya calming. Kalau break out, segera hentikan pemakaian. Gunakan lagi produk yang biasa kita pakai.

Tipsnya adalah, kalau mencoba produk baru jangan barengan satu rangkaian. Coba satu per satu dan berikan jeda 2-3 hari untuk melihat reaksi produk tersebut di kulit kita apakah muncul reaksi negatif atau nggak. Kalau semua dicoba barengan, akan susah menelusuri produk mana dan kandungan apa yang nggak diterima kulit kita.

Related Articles