Ingredients 101 : Alkohol

Apr 07, 2017 by Alifah Puarada

Sejak kecil kita sudah sering mendengar ungkapan “teliti sebelum membeli”. Nasihat itu benar sekali, sangat aplicable hingga sekarang dan nanti. Sebelum memutuskan membeli apapun (entah itu sepatu, tas, baju, burger, sate ayam, hingga mobil atau rumah), kita harus kenali dulu apa itu, fungsinya apa, bentuknya bagaimana, dibuat dari apa saja. Kalau salah beli bisa rugi.

Sama halnya dengan membeli produk skin care. Selain harus disesuaikan dengan jenis kulit juga harus diteliti komposisinya, apakah ada bahan pemicu alergi atau bahan berbahaya dalam ingredients list atau tidak. Zat alergen tentu bisa berbeda setiap orang, jadi kita harus memahami kondisi kulit masing-masing.

Sementara bahan-bahan berbahaya dalam skincare, kalau kita browsing akan muncul nama-nama berikut : merkuri, hidroquinon, paraben, alkohol. Merkuri dan hidroquinon sudah jelas berbahaya dan tidak ada perdebatan lagi. Sedangkan paraben dan alkohol masih menjadi kontroversi hingga sekarang. Mengenai paraben sudah dijelaskan sebelumnya di artikel terpisah.

Sekarang mari kita cari tahu lebih dalam perihal alkohol dalam produk kosmetik.

tipe alkolhol dalam produk skincare img
sumber gambar : skinbetter.com

Isu Tentang Alkohol

Alkohol seringkali disebut-sebut sebagai zat yang iritan, menyebabkan kulit kering dan kemerahan. Penggunaan alkohol juga mengakibatkan kulit kehilangan kemampuan memperbaiki diri karena kulit yang terpapar alkohol menjadi rentan stres.

Pada daftar komposisi produk, alkohol akan ditulis dengan nama ethanol, isopropyl alcohol, etyl alcohol, SD alcohol, alcohol denat, stearyl alcohol, cetyl alcohol, pentanol.

Fungsi Alkohol

Zat alkohol sering ditemukan dalam berbagai produk kosmetik, baik skincare atau makeup. Alkohol lumrah ditemukan pada face mist, toner, moisturizer, face mask, deodoran, shampo, dan sebagainya.

Alkohol memiliki beberapa fungsi sehingga kerap ditambahkan dalam daftar komposisi berbagai produk. Pertama, alkohol dapat membantu penetrasi kandungan-kandungan penting suatu produk ke dalam kulit. Kedua, alkohol membuat produk lebih nyaman dipakai dan lebih cepat kering.

Ketiga, alkohol berfungsi sebagai emulsifier untuk mencampur dua ingredients supaya dapat bekerja lebih baik. Keempat, alkohol bekerja sebagai pelarut bahan-bahan dalam suatu produk. Kelima, alkohol dapat berperan sebagai antiseptik atau pembunuh mikroorganisme. Keenam, alkohol dapat sekaligus berfungsi sebagai pengawet produk karena dapat menangkal mikroorganisme.

Jenis-Jenis Alkohol

Secara umum dalam konteksnya sebagai komposisi suatu produk, terdapat dua jenis alkohol yaitu alkohol yang bersifat drying dan alkohol yang bersifat fatty. Kedua jenis ini memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.

Alkohol yang bersifat drying berbentuk cair dan cepat menguap. Karena sifatnya yang cepat kering, alkohol jenis ini sering dipakai sebagai bahan tambahan pada produk skincare untuk kulit berminyak. Efeknya adalah memberikan kesan matte secara instan. Namun karena sifatnya yang menguras minyak, jika digunakan dalam jangka panjang dapat memperbesar tampilan pori-pori, memperparah jerawat, hingga menyebabkan inflamasi dan over-produced sebum.

Alkohol jenis ini biasa ditulis dengan sebutan SD alcohol, isopropyl alcohol, atau ethanol.

Alkohol jenis fatty biasanya berbentuk lemak atau wax. Sifatnya menjaga tekstur suatu produk agar lebih nyaman digunakan. Selain itu juga menjadikan prouk lebih stabil, memberikan efek foamy pada produk toner, serta berfungsi sebagai emulsifier. Kelebihan dari fatty alcohol adalah tidak membuat kulit kering dan tidak menguras minyak alami kulit. Namun kekurangannya adalah, fatty alcohol bersifat comedogenic alias rentan menyumbat pori-pori.

Fatty alcohol biasa ditulis dengan nama cetyl alcohol, stearyl alcohol, dan cetearyl.

Kesimpulan

Setela kita ketahui bagaimana sifat dan fungsi alkohol, dapat disimpulkan bahwa alkohol bukan zat berbahaya namun tidak dianjurkan dipakai dalam jangka panjang. Yang paling penting adalah menghindari produk yang menempatkan alkohol di urutan awal dalam list ingredients. Juga jangan memilih produk dengan kandungan drying alcohol karena efek jangka panjangnya tidak baik untuk kulit. Dan jika punya riwayat alergi alkohol, harus benar-benar menjauh ingredients ini.

 

Related Articles