Hati-Hati, Terlalu Sering Mengikat Kencang Rambut Berisiko Alopecia Traksi

Jun 08, 2018 by carmelw

Masalah kerontokan rambut memang tidak bisa dianggap remeh. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, rambut rontok juga sangat mengganggu penampilan. Apalagi jika kemudian berujung pada timbulnya kebotakan yang akan membuat hilangnya rasa percaya diri.

Selama ini, kerontokan atau kebotakan rambut seringkali dikaitkan dengan kondisi tubuh yang mengalami stres, perubahan hormon, faktor keturunan, pemakaian obat-obatan, hingga adanya indikasi suatu penyakit tertentu. Namun, ternyata ada jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh metode atau gaya rambut yang melibatkan proses menarik rambut secara ketat di tempat yang sama secara terus-menerus yang dikenal dengan traction alopecia atau alopecia traksi.

Alopecia traksi umumnya terjadi pada sebagian besar wanita Afrika-Amerika dan kelompok etnis lain yang menjalin rambut mereka terlalu ketat, misalnya dengan gaya kepang cornrows. Namun, juga tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada siapa saja yang terbiasa untuk menata rambut dengan cara ditarik dengan kencang seperti ketika mengepang rambut ataupun saat membentuk kuncir ekor kuda.

alopecia traksi img
Sumber: shutterstock.com

Kebiasaan buruk yang seringkali tidak disadari ini jika dilakukan secara berulang akan dapat menyebabkan terjadinya kerontokan rambut bahkan membuat folikel rambut menjadi rusak dan tidak akan tumbuh kembali secara permanen.

Secara umum, alopecia traksi disebabkan oleh kebiasan berikut ini:

  1. Gaya rambut tertentu seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu kepang, rambut gimbal, ekor kuda, cornrows.
  2. Hair extention yang terikat kuat pada dasar rambut dan menyebabkan ketegangan pada akar rambut.
  3. Pemakaian penutup kepala seperti ikat kepala elastis yang dapat menjadikan kulit kepala menjadi susah bernapas.
  4. Penggunaan aksesoris rambut yang dipakai dengan cara yang sama setiap hari.
  5. Rambut yang sangat panjang dan berat yang dapat menarik folikel rambut.

Meski menurut American Academy of Dermatology secara normal seseorang dapat kehilangan rambut sekitar 50-100 helai setiap harinya, tetapi alopecia traksi yang sebenarnya bukan merupakan gejala medis ini tidak dapat dianggap remeh. Karena, kelainan ini dapat mempengaruhi psikologis seseorang terutama jika terdapat ciri-ciri atau tanda berikut ini:

  • Munculnya jerawat atau bisul kecil di kulit kepala atau di dasar kepang.
  • Munculnya gatal, borok, dan warna kemerahan pada kulit kepala.
  • Terjadinya garis rambut surut di sekitar dahi atau tengkuk.
  • Garis batas rambut yang semakin melebar.
  • Menipisnya rambut di tempat yang mengalami peregangan garis batas rambut.

Namun, jangan keburu panik jika mengalami masalah rambut ini. Alopecia traksi sebenarnya dapat ditangani secara mudah dengan melakukan beberapa cara berikut:

  1. Hindari gaya mengikat rambut terlalu ketat. Jika hal itu memang harus dilakukan sebagai bentuk tuntutan pekerjaan, misalnya, sesegera mungkin longgarkan ikatan bila kondisi memungkinkan.
  2. Ubah gaya rambut secara berkala untuk mencegah ketegangan pada satu area di kulit kepala.
  3. Aplikasikan produk penumbuh rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut serta memperbaiki folikel rambut.

Alopecia traksi seringkali menimbulkan munculnya peradangan pada kulit kepala. Jika hal itu terjadi, cobalah untuk mengoleskan krim steroid dengan kandungan anti inflamasi yang dapat secara ampuh mengatasi peradangan serta iritasi pada kulit. Namun, jika setelah perawatan dengan krim steroid rambut tidak tumbuh kembali, bisa jadi ada jaringan parut yang besar penyebab rambut tidak tumbuh.

Pada dasarnya, alopecia traksi bukanlah kelainan yang disebabkan oleh gangguan kekebalan tubuh seperti yang terjadi pada jenis alopecia lainnya. Karenanya, penting untuk menghindari gaya rambut yang dapat merusak rambut sedini mungkin. Meski demikian segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk diberikan pengobatan terbaik sebelum kondisinya semakin bertambah parah.

Related Articles