Halu Itu Apa Ya? Biar Nggak Salah Paham, Yuk Cari Tahu Artinya

Jun 15, 2017 by Alifah Puarada

“Wah, dia halu nih. Beli lipstik bilangnya diendors.”

“Halu banget nih anak, ngarep Ji Chang Wook.”

“Jangan halu gitu dong, kapan dia bilang kalau suka kamu ?”

Belakangan sering banget ya, kita denger atau malah ngucapin sendiri kata ini di obrolan sehari-hari ?  Apa-apa dibilang halu. Artinya apa sih sebenarnya ?

Kalau dilihat dari konteks kalimat tadi, kata ini bisa disinonimkan dengan kata “ngayal”, “berkhayal”, mengharapkan sesuatu yang nggak nyata, atau merasakan sesuatu yang nggak sebenarnya. Ribet, ya ? Coba deh kita ganti kata  dengan kata “ngayal”. Jadinya begini.

“Wah, dia ngayal nih. Beli lipstik bilangnya diendors.”

“Ngayal banget nih anak, ngarep Ji Chang Wook.”

“Jangan ngayal gitu dong, kapan dia bilang kalau suka kamu ?”

Artinya sama kan ?

Halu Atau Halusinasi Sih?

Usut punya usut, kata halu sebenarnya berasal dari kata “halusinasi”.  Disingkat kemudian maknanya jadi agak bergeser. Zaman dulu nggak kepikiran ya, kalau istilah “halusinasi” akan populer dipakai di percakapan sehari-hari.

 

Dari  Kata Halusinasi 

Seperti yang dibilang tadi, kata halu merupakan bahasa slank atau gaul dari istilah “halusinasi”. Konon supaya penyebutannya lebih gampang dan cepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, begini artinya halusinasi.

“Ha.lu.si.na.si (n) : pengalaman indra tanpa adanya perangsang pada alat indra yang bersangkutan. Misalnya mendengar suara tanpa ada sumber suara tersebut.”

Sedangkan menurut wikipedia, halusinasi adalah “terjadinya persesi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indra. Kualitas dari persepsi itu dirasakan sangat jelas, substansial, dan berasal dari luar ruang nyatanya”.

Oke, jadi sederhananya begini. Seseorang yang berhalusinasi akan melihat apa yang sebenarnya nggak ada, atau mendengar suara yang nggak ada. Seperti mendengar lagu kenangan, melihat orang yang sebenarnya nggak ada, mencium aroma parfum mantan, atau semacamnya. Tapi kadang ada juga orang yang dikira halusinasi padahal nggak. Seperti orang yang bisa melihat makhluk halus dan sebagainya.

Mengapa Ini Dapat Muncul?

Halusinasi dapat muncul karena berbagai hal : demam tinggi, skizofrenia, konsumsi narkotika, konsumsi alkohol, atau trauma. Seseorang yang sedang demam tinggi kadang hilang kesadaran, mengigau, meracau, meski nggak lama.

Pengidap skizofrenia akan berhalusinasi seakan melihat makhluk lain, merasa dibuntuti sesuatu, dan sebagainya. Pengidap gangguan kejiwaan lain seperti orang yang depresi atau demensia juga kadang mengalami halusinasi.

Seseorang yang mengkonsumsi alkohol atau obat terlarang juga akan berhalusinasi. Mereka seakan-akan melihat bentuk-bentuk visual yang aneh, kilatan cahaya, bentuk abstrak, dan lainnya. Bukan hanya pecandu narkotika saja, seseorang yang mengkonsumsi obat legal bisa juga mengalami halusinasi atau halu ini.

Pengertian Kata Halu Sekarang

Agak berbeda ya, dengan arti kata halu yang sering kita dengar. Yang sering kita dengar sekarang bukan istilah psikologis, meski ada indikasi kondisi psikis juga.  Bahasa gaul-nya mencakup kondisi mental ini, memiliki makna keinginan sangat kuat dan membohongi diri sendiri seakan-akan itu kenyataan. Agak miris juga sih. Orang-orang yang  begini bisa dijauhi teman-teman di sekelilingnya kalau sampai halu dianggap  keterlaluan.

pengertian halu img

Bahaya Nggak Sih, Halu ?

Baik  halu maupun halusinasi sama bahayanya, namun beda levelnya. Halusinasi bisa mengarah ke membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Misalnya, seseorang berhalusinasi melihat jembatan di atas sungai, padahal sebenarnya nggak ada jembatannya. Ia tetap berjalan dan jatuhlah ke sungai. Kasus lain seseorang berhalusinasi melihat ular kemudian memukuli ular itu hingga mati. Padahal itu bukan ular tapi teman baiknya.

Sedangkan, efek buruk akan didapat bagi orang yang halu itu sendiri. seperti yang sudah dibilang di sesi sebelumnya.

Baca juga : 

Bukan Hanya Angkuh, Ternyata Narsis Adalah Gangguan Kepribadian!

Psikosomatis: Stres Yang Berdampak Pada Gangguan Kesehatan Fisik

Related Articles