Gak Selamanya Egois Itu Buruk, Untuk Hal Ini Kamu Harus Berani Melakukannya

Mar 11, 2018 by carmelw

Banyak yang menganggap bahwa egois adalah sifat negatif yang harus dihindari. Egois seringkali diidentikan pada perilaku yang mementingkan diri sendiri di atas kepentingan orang lain, sehingga orang lain merasa terluka karenanya.

Faktanya, egois ternyata tetap dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup, dan tentunya punya nilai positif di dalamnya. Sifat egois yang dinilai secara positif lebih sering dikenal dengan istilah self focused atau dalam artian dilakukan semata-mata demi kebutuhan atau kepentingan pribadi seseorang.

Egois dalam hal yang positif sebenarnya sudah sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk melindungi diri dari perasaan terluka saat sedang berkonflik dengan sesama, serta yang tersering dilakukan adalah untuk menjaga diri agar selalu dalam kondisi terbaik saat tubuh memerlukan makan, minum, dan tempat untuk berlindung.

Pada intinya, egois secara positif memang diperlukan untuk mengarahkan manusia pada kebaikan yang ada pada dirinya dengan cara memenuhi kebutuhannya sendiri terlebih dahulu sebelum dia peduli akan tuntutan kebutuhan orang lain.

Selain untuk mengembangkan proses kehidupan, egois juga diperlukan demi menunjang hal-hal lain dalam proses pengembangan diri ke arah yang lebih baik, misalnya dalam hal:

Saat sakit dan harus mengambil waktu untuk beristirahat

Pekerjaan di kantor sedang menumpuk dan harus segela diselesaikan. Namun,  di saat yang bersaamaan juga kamu merasakan demam dan pusing sehingga tidak dapat berkonsentrasi dalam pekerjaan. Sedikit mengedepankan ego sah-sah saja lho dalam hal ini. Ambilah waktu sejenak untuk beristirahat hingga demammu mereda, baru bisa kamu lanjutkan pekerjaan di lain waktu. Toh, dalam keadaan tubuh yang kurang fit, pekerjaan tidak dapat terselesaikan dengan baik.

Mengatur jadwal untuk diri sendiri

Setiap hari kamu sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan yang melelahkan tubuh dan pikiran. Nggak ada salahnya di akhir pekan kamu mengambil waktu untuk menyenangkan diri sendiri serta melonggarkan diri segala kepenatan yang ada demi penyegaran diri.

Lupakan sejenak jadwal yang dibuat orang lain dan lakukan hal-hal yang dapat membuat kamu bahagia, misalnya dengan mengisi waktu membaca buku di taman, solo travelling, perawatan diri di salon, menonton film kesukaan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kegiatan Yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Me Time

Waktu pribadimu dalam dunia kerja

Biasanya, dalam dunia kerja, banyak orang yang seringkali melupakan hal-hal yang menyangkut urusan pekerjaannya demi melakukan sesuatu untuk urusan orang lain. Misalnya saja dengan dalih ingin membantu pekerjaan teman lain, kita sendiri harus berkorban waktu di jam kerja dan kemudian terpaksa harus pulang telat alias lembur demi menyelesaikan pekerjaan sendiri.  

Membantu itu memang hal yang baik, namun tetapkan batas dalam hal ini. Ambil waktu terlebih dahulu untuk menyelesaikan pekerjaanmu, kalau memang ada waktu luang, baru bantu yang lain tanpa harus mengorbankan waktu kerjamu sendiri.

Social media presence

Kehadiran social media saat ini nggak hanya sebagai media untuk berinteraksi dengan orang lain saja, tetapi bagi sebagian orang social media dijadikan alat untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Sehingga, apa yang mereka tampilkan seringkali hanya sebatas demi mendapatkan pengakuan dari orang lain serta untuk memuaskan keingintahuan orang lain.

Tentu saja hal ini seringkali tidak membuat nyaman dan seringkali membuat kepercayaan diri menurun saat orang-orang seakan-akan tidak peduli dengan apa yang kita tampilkan.  Hal terbaik yang dilakukan adalah bangun rasa kepercayaan dirimu secara perlahan, tampilkan dirimu apa adanya, dan berhentilah untuk terus-menerus menerus membuat orang lain bahagia dan  jangan takut akan penilaian orang lain terhadap dirimu.

Egois dalam hubungan percintaan

Seringkali atas nama cinta orang rela mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan pasangan tanpa memikirkan kepentingan sendiri. Belajarlah untuk menghargai diri sendiri terlebih dahulu sebelum membahagiakan orang lain dengan cara berani menyuarakan pendapat pribadi.

Misalnya saja, sepulang kerja dengan kondisi badan yang lelah kamu menginginkan untuk beristirahat tanpa melakukan hal-hal lainnya. Sayangnya, pasanganmu memaksa untuk menemaninya bekerja hingga larut malam. Cobalah untuk menyampaikan kepada pasanganmu tentang apa yang kamu rasakan, barangkali saja dia mau mengerti dan memahami kondisimu saat itu.

Nah, itulah tadi beberapa bukti bahwa egois memang dibutuhkan demi hal-hal positif dalam hidup. Mulai saat ini, demi pengembangan diri ke arah lebih baik, berhentilah terus-menerus membuat orang lain bahagia, dan mulailah memberikan perhatian khusus pada diri sendiri dari hal emosi, minat, serta dari pemikiran yang harus disampaikan kepada pihak lain. Sedikit egois bukan hal yang buruk kok, Girls!

Baca Juga: Mau Tahu Kunci Bahagia? Yuk Lakukan Me Time Murah Ala Anak Rumahan Ini!

 

Related Articles