Film Motivasi Terbaik Untuk Inspirasi Hidup

May 29, 2018 by Gabriella Sakareza

Film memang mampu mengajarkan banyak hal, dan pastinya nggak melulu cerita cinta saja. Pelajaran hidup dan berbagai ajaran motivasi tentang kehidupan juga bisa disuguhkan melalui sebuah film motivasi terbaik. Ya, meski kasarnya setiap tokoh hanya berakting, tapi ada kekuatan magis yang bisa menyentuh hatimu dan mengajarkan motivasi yang kamu butuhkan dalam hidup.

Dan hal itu dilakukan oleh tiga film motivasi terbaik berikut ini. Diperankan oleh aktor yang memang ternama, tapi cerita film ini sendiri memang ingin mengajarkan pentingnya mengejar impian, kerasnya perjuangan, kuatnya impian dan keberanian mampu membawamu kemana saja.

Film apa sajakah yang mampu melakukan hal ini? Simak sampai akhir!

1. Yes Man

Carl Allen (Jim Carrey) adalah seorang bankir bagian kredit yang pemurung dan suka menutup diri sejak ia ditinggalkan kekasihnya. Kata “tidak” menjadi kata yang selalu mengisi hidupnya. Setiap teman-temannya mengajak keluar untuk hang-out dan bersenang-senang, Carl selalu mengatakan “tidak”. Begitu juga apabila ada klien yang mengajukan kredit ke bank tempat ia kerja, selalu ditolaknya.

Keadaannya tiba-tiba berubah ketika ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar pengembangan diri, dan mendapatkan tantangan dalam seminar itu untuk selalu mengatakan “iya” kepada semua pertanyaan atau permintaan yang diajukan kepadanya.

Carl pun menjawab tantangan ini, dan mencoba untuk mulai mengatakan “iya”. Tak disangka ternyata keputusannya ini telah membawa perubahan yang baik ke dalam hidupnya. Pekerjaannya bukan saja membaik, tetapi ia juga mendapatkan promosi jabatan. Begitu juga dengan kehidupan cintanya.

Ternyata lama kelamaan, Carl menjadi terlalu berlebihan dan melewati batas, sehingga ia mengalami kesulitan untuk menguasai dirinya sendiri. Carl mulai menghadapi banyak masalah karena terlalu banyak mengatakan “iya” pada saat ia seharusnya mengatakan “tidak”.

2. The Pursuit of Happyness

Chris Gardner (Will Smith) adalah seorang ayah yang rajin, pintar, semangat kerja tinggi dan punya impian yang besar untuk keluarga, seperti kebanyakan dari kita. Dengan latar belakang seorang sales dan penjual, dia memberanikan diri untuk mengambil sebuah tawaran untuk menjadi distributor sebuah alat kedokteran yang baru dan canggih. Namun ternyata Chris salah “membaca” pasar, dan akhirnya ia rugi besar yang mengakibatkan kesulitan finansial.

Hubungan dengan istrinya makin memburuk, Chris memaksa agar anaknya tetap tinggal bersamanya, meski hanya di tempat penampungan tuna wisma. Mencari cara agar bisa bertahan hidup, Chris mencoba hal yang sama sekali baru baginya, yaitu melamar di sebuah perusahaan sekuritas untuk menjadi seorang pialang saham. Setelah 6 bulan pendidikan, mereka hanya memilih 1 dari 30 orang peserta untuk diterima menjadi pialang saham. Dan selama 6 bulan pendidikan, tidak memberikan gaji apapun.

Demi impian barunya tersebut, Chris rela melewati proses pendidikan dan seleksi yang berat tersebut. Dan dia harus bisa mengatur dan menghadapi banyak kesulitan antara belajar menjadi pialang saham, mengantar dan menjemput anaknya di tempat penitipan anak, antri di sore hari di tempat penampungan tuna wisma, sering tidak makan agar menghemat uang yang tinggal sedikit dan masih harus mencari calon pelanggan untuk perusahaan pialang saham.

3. Door To Door

Billy Porter yang diperankan William H. Macy menderita cacat tulang belakang dan “cerebral palsy” (kelumpuhan otak) yang mengakibatkan tubuhnya bergerak tidak normal dan mengalami gangguan syaraf. Mendapat dukungan kuat dari ibunya, dengan langkah pasti ia menyelusuri kota untuk mencari pekerjaan yang sekiranya layak untuknya, berbagai perusahaan dikunjunginya, tapi tidak jarang pula ia mendapat kebuntuhan dan ditolak oleh perusahaan yang disinggahinya.

Bekerja di bidang jasa, salesman, menawarkan barang-barang dengan cara memperlihatkan katalog-katalog barang dari pintu ke pintu dengan berjalan kaki sepanjang jalan, tidak membuatnya patah semangat apalagi menyerah, walaupun hanya mendapatkan $4.25. Pekerjaan ini pun dilakukannya setiap hari tanpa ada kata bosan. Tidak jarang ia mendapat cibiran dan perlakuan yang tidak layak, namun ada pula yang kasihan dan prihatin terhadapnya.

Hingga pada suatu saat ia divonis oleh dokter bahwa ada penyempitan tulang belakang akibat sering mengantarkan barang-barang pesanan. Beruntung dia masih bisa berjalan dengan dibantu tulang penyangga selama dua minggu. Dan akhirnya ia dibantu oleh Selly, teman dekat dalam pekerjaannya. Kegigihan dan kesibukan terhadap pekerjaan tidak membuat Bill Porter mengurangkan perhatiannya kepada ibunya yang juga sudah sakit-sakitan.

Inti dari film ini adalah usaha keras, gigih, tak mudah putus asa dan menyerah pada keadaan yang memiliki sebuah muatan penting tentang bagaimana seorang pebisnis mampu mengelola dan mengendalikan emosinya dengan baik.

Baca juga

3 Film Keren ini Tayang di Bulan Juni

Patut Diantisipasi: Film Animasi Disney Ini Akan Dibuat Live Action!

Related Articles