Faktanya Patah Hati Memang Bisa Bikin Kamu Jadi Kurus

Jun 19, 2018 by carmelw

Kata orang, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Sebaliknya, patah hati justru membuat dunia seakan runtuh dan orang kehilangan semangat karenanya. Sebab, pikiran akan menyampaikan rasa sakit pada tubuh, yang jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak pada kesehatan tubuh seperti kekurangan nutrisi, penuaan dan kepikunan dini, bahkan yang terfatal dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Faktanya, patah hati memang tidak bisa diremehkan begitu saja. Saat orang mengalami patah hati yang disebabkan oleh putus cinta, akan mudah menjadi stres dan merasa depresi. Ujung-ujungnya, kondisi ini akan membuat selera makan menghilang dan kemudian berdampak pada penurunan berat badan secara drastis. Lantas, apa sebenarnya kaitan di antara keduanya? Mari simak pembahasannya melalui artikel berikut ini.

Yang terjadi pada tubuh saat patah hati

patah hati galau img
Sumber: pexels.com

Pada dasarnya, pikiran dan tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang saling terhubung satu sama lain. Saat pikiran sedang mengalami gangguan akibat stres yang dialami, tubuh akan menciptakan lebih banyak adrenalin yang mengalir dalam tubuh dan membuat kadar kortisol (hormon stres) juga ikut meningkat.

Kadar kortisol yang terlalu berlebih di dalam tubuh tentu saja tidak bisa dianggap baik, sebab dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti peningkatan kadar gula darah, menurunnya jumlah kalsium dalam tulang, hilangnya masa otot, peningkatan penumpukan lemak, tekanan darah tinggi, dan berbagai efek kesehatan lainnya termasuk juga menurunnya fungsi kognitif pada tubuh.

Singkatnya, kondisi ini akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia yang pada dasarnya terletak di dalam usus. Meski kenyataannya banyak di antaranya yang memilih melampiaskannya dengan menyantap makanan berkalori tinggi seperti cupcakes, aneka kue manis, es krim, dan coklat yang dianggap dapat menenangkan hati dan pikiran, tetapi tak jarang ada orang yang benar-benar mengalami kehilangan selera makan saat patah hati. Bagi mereka, memaksakan diri untuk memakan sesuatu justru akan membuat rasa sakit di hati muncul kembali, sehingga akhirnya tidak mampu menelan makanan yang masuk melalui mulut dan seakan-akan tubuh dan pikiran menolak untuk makan.

Bahkan, menurut sebuah penelitian, seorang wanita yang mengalami patah hati akibat putus cinta rata-rata mengalami penurunan berat badan hingga dua kilogram di bulan pertama sejak hubungan dengan kekasihnya berakhir dan kemudian akan berkurang sedikitnya satu kilogram jika tetap menjomblo setahun berikutnya. Hal ini yang kemudian disebut dengan diet patah hati, di mana meski tetap mengkonsumsi makanan enak yang dianggap dapat menenangkan hati tetapi sebenarnya nafsu dan selera makan mereka sama sekali hilang.

Baca Juga: Menulis, Cara Ampuh Menyembuhkan Patah Hati

Diputuskan berakibat turun berat badan lebih dari tiga kilogram

patah hati bikin kurus img
Sumber: pexels.com

Fakta lain menyebutkan, kondisi tersebut akan lebih parah jika wanita berada pada pihak yang diputuskan, di mana mereka akan kehilangan lebih dari tiga kilogram atau sedikitnya dua kali lipat penurunan berat badan dalam tahun pertama sejak perpisahan dengan kekasihnya terjadi. Sebaliknya, saat mereka menemukan dan menjalin hubungan asmara dengan kekasih yang baru, berat badannya akan cenderung naik dan semakin meningkat sejak tiga bulan pertama hubungan dimulai.

Namun, perlu diingat bahwa berat badan yang turun akibat patah hati sama sekali tidak sehat, meskipun secara penampilan mungkin terlihat lebih bagus. Membiarkan diri merasa kelaparan bukanlah tindakan yang bijaksana dan positif baik bagi tubuh maupun secara mental.

Girls, hidup dan kebahagiaanmu adalah tanggungjawabmu pribadi. Tidak ada seseorangpun yang bisa mengubahnya, demikian juga sang mantan. Jadi, cobalah untuk segera bangkit dan menata hati serta hidup kembali demi masa depan yang lebih baik. Yakinlah, kamu pasti bisa melaluinya.

Baca Juga: Jangan Hanya Dipendam, Inilah Cara Jitu untuk Move On Setelah Putus Cinta

 

Related Articles