Fakta Anak Bungsu yang Jarang Diketahui Orang

Jul 19, 2017 by Silvia Ayu

Kenapa sih anak bungsu selalu jadi bulan-bulanan?

Manja dan susah diatur, adalah dua hal yang terlanjur melekat erat pada diri anak bungsu. Karena mereka adalah yang terkecil di antara saudara-saudaranya yang lain, mungkin banyak orang yang menganggap mereka ini kelewat caper (cari perhatian) kepada kedua orangtua dan saudara-saudaranya. Tapi benarkah demikian?

Miignon pun punya penilaian tersendiri mengenai hal ini. Dilihat dari sudut pandang lain, nyatanya tidak semua anak bungsu itu manja dan susah diatur, kok. Ada beberapa fakta yang membuktikannya, dan berikut ini adalah penjelasannya.

Fakta dan Penjelasan Anak Bungsu

Dia memang yang terkecil di keluarga, tapi bukankah kedewasaan tidak bisa dikur dari segi usia saja?

Ada yang salah ketika seseorang menyebut arti kedewasaan. Bukan melulu orang-orang tua atau mereka yang telah memasuki kepala tiga saja yang bisa dikategorikan sebagai orang dewasa, melainkan usia di bawahnya juga. Tidak menutup kemungkinan, anak bungsu atau yang terkecil pun bisa jadi yang paling ‘peka’ di antara kakak-kakaknya.

Jangan keburu nge-judge bahwa mereka itu tidak bisa apa-apa, karena bisa saja dia menjadi dewasa dengan mencontoh kakak-kakaknya.

Sebenarnya, dia mengemban tugas berat yakni menyaring hal-hal negatif dari saudara-saudaranya

Benar, jika ada yang bilang bahwa si bungsu itu ‘sisa’ dari sifat kakak-kakaknya. Jika kakaknya mencontohkan yang baik, secara otomatis adiknya pun demikian serta sebaliknya.

Justru di sinilah seorang anak bungsu mengemban tugas berat untuk tidak semata-mata meniru semua sifat kakak-kakaknya. Sebisa mungkin dia harus jadi diri sendiri, demi kebaikannya di kemudian hari. Maka dari itu, siapa bilang kalau anak bungsu cuma bisa jadi penurut?

Katanya sih dapat warisan paling banyak, ah ini cuma mitos!

Kalau di zaman dulu, mungkin pendapat bahwa si bungsu akan jadi yang paling bahagia karena mendapat warisan banyak mungkin bisa dibenarkan. Tapi kalau zaman sekarang, rasanya jarang sekali ada orangtua dengan pemikiran modern memperlakukan anak-anaknya dengan cara yang kurang adil atau pilih kasih.

Sebisa mungkin, para orangtua membagi-bagikan apa yang mereka punya dengan seadil-adilnya. Tak peduli anak sulung atau bungsu, semuanya harus mendapat apa yang sudah jadi haknya.

Miris, kadang anak bungsu juga merasa dirinya paling kesepian di seluruh dunia

Saat kakak-kakaknya sudah punya dunia sendiri, si bungsu pasti akan sering ditinggal seorang diri di rumah. Dia juga akan merasa kebingungan, karena usianya yang belum cukup dipaksa harus memikirkan semuanya sendiri. Sedangkan tak jarang, kakaknya itu harus memenuhi kewajiban lain; bersekolah atau mencari nafkah.

Rasa sepi dan kurang percaya diri dengan usianya yang masih kecil juga tak jarang menghinggapi, bahkan di setiap hari. Namun, inilah yang dinamakan fase kehidupan si bungsu, di mana dia harus menjadi pribadi yang kuat dan mandiri.

Berikut ini adalah kutipan wawancara bersama beberapa anak bungsu…

“Jadi anak bungsu itu ada enaknya, ada nggaknya. Kadang kalau pas lagi pusing banget, masih ada sosok kakak yang bisa dicurhatin. Tapi kalau pas berantem, ya sama aja pusingnya.”

Anggi, Mahasiswi

“Beruntungnya jadi anak bungsu adalah satu, kita jadi tahu apa yang dulu pernah membuat kakak-kakak kita gagal atau jatuh. Dari sana, kita benar-benar seperti belajar dan mempelajari apa arti kehidupan yang sesungguhnya. Menurutku, ini sih yang harus para anak bungsu lakukan biar nggak dicap seenaknya!”

Aldi, Mahasiswa

Related Articles