Enam Tanda Kamu Berpacaran Dengan Seorang Control Freak

by :

Selalu mengomentari penampilan orang lain, mengkritik gaya bicara, tidak pernah mempercayai apapun yang orang lain lakukan, terlalu kuatir dengan apa yang dipikiran orang tentangnya,  dan berusaha mengubah orang lain sesuai dengan keinginannya pribadi adalah beberapa tanda yang menunjukkan ciri bahwa seseorang pantas menyandang predikat sebagai control freak.

Mereka yang termasuk kategori control freak seringkali diliputi rasa khawatir yang sebenarnya hanya ada di dalam pikirannya sendiri. Alih-alih mengontrol emosi, mereka justru selalu berusaha untuk mengendalikan siapapun dan apapun di sekitar mereka demi kondisi ideal yang diharapkannya.

Di dalam lingkungan sosial seorang control freak biasanya terlihat sangat sibuk dibandingkan dengan orang lain. Sayangnya, mereka kadang menempatkan energi positif mereka di tempat yang salah sehingga seringkali membuat orang di sekitarnya, termasuk pasangannya, merasa tidak nyaman.

Merasa pernah mengalami hal seperti di atas? Jangan-jangan selama ini kamu pacaran dengan si control freak. Hmm.. kalau begitu, kenali enam tandanya terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan ke arah yang lebih serius.

Selalu berusaha mengubahmu sesuai keinginannya

Control freak selalu mengaku tahu apa yang paling baik bagi hidup orang lain, terlebih kamu sebagai pacarnya. Padahal jika dilihat lagi, sebenarnya dia hanya meyakinkan bahwa apa yang dipikirkannya benar dan berusaha untuk mengubahmu sesuai keinginannya.

Tidak pernah berusaha untuk mempercayaimu

Memiliki pacar seorang control freak akan membuat ruang bergerakmu terasa sangat sempit. Seorang control freak tidak pernah berusaha untuk mempercayai pacarnya dan selalu mengambil alih atas apapun keputusan yang menyangkut kalian berdua. Bahkan, control freak ini bukan saja sekedar posesif tetapi dia benar-benar mengendalikan kehidupanmu dan tidak akan pernah membiarkanmu lepas dari pengamatannya sekalipun hanya untuk berbelanja di mini market.

Menempatkan nasihatnya sebagai perintah

Kamu harus selalu menuruti apa yang dinasihatkan olehnya. Tidak boleh ada penolakan dan perdebatan, karena nasihatnya adalah perintah yang harus kamu taati. Bisa dibayangkan betapa menyakitkan menjalani hubungan seperti ini? Itu sama artinya dia sama sekali tidak menghargai keinginanmu sebagai pacar juga sebagai individu.

Baca Juga: Don’t Waste Your Time, Cowok Yang Nggak “Husband Material” Nggak Layak Diperjuangkan

Mengkritik semua hal yang kamu lakukan

Tidak ada yang benar di hadapannya. Apapun yang kamu lakukan tanpa melalui persetujuannya, pasti akan menuai kritik pedas yang akan melukai perasaanmu. Bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diributkan seperti saat memilih baju, tentang selera berpakaian, cara berbicara dan semua yang kamu lakukan akan dianggapnya buruk sehingga lama-kelamaan ini akan mengikis rasa percaya dirimu.

Tidak memberimu kesempatan untuk bersosialisasi

Selain mengendalikan kehidupanmu, control freak biasanya tidak memberikan kesempatan pada pacarnya untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dia akan menggunakan berbagai macam cara agar kamu tidak memiliki kesempatan untuk berkumpul dengan teman-temanmu dan akan membuatmu merasa bersalah jika nekat melakukannya. Kalaupun mengijinkanmu untuk pergi sendiri, dia akan terus mengontakmu setiap saat sehingga akhirnya kamu akan berpikir ulang jika harus bepergian tanpanya.

Tidak memberimu kesempatan untuk berkembang

Sedihnya, ia seringkali tidak memberimu kesempatan untuk berkembang dan mendalami apa yang menjadi minatmu secara pribadi. Bisa jadi ini dilakukannya karena dia merasa posisinya akan terancam jika kamu memiliki kemampuan yang lebih dari saat ini, kecuali hal itu akan menguntungkan dirinya secara pribadi.

Memang sih, nggak ada wanita yang pingin diperhatikan dan dilindungi oleh pasangan yang dicintainya. Namun, jika perhatian yang diberikannya terlalu berlebihan hingga menguasai kehidupanmu, mungkin kamu harus berpikir ulang untuk meneruskan hubungan ini.

Sebuah hubungan sehat sebaiknya dilandasi dengan rasa menghormati dan menghargai di antara ke-dua pihak, bukan demi kepentingan pribadi satu pihak saja.

Baca Juga: Madu Aja Manis, Masa Cinta Kamu dan Dia Gak Manis?