Diet Bebas Makan Apa Saja Dengan Metode Intermittent Fasting

Mar 13, 2018 by carmelw

Selama ini kita mengenal berbagai metode diet yang membatasi pengonsumsian jenis makanan tertentu, seperti diet rendah lemak ataupun diet karbohidrat. Cara penurunan berat badan dengan menggunakan metode tersebut tidak bisa dibilang mudah.

Seringkali pelaku diet mengalami kegagalan karena tidak dapat konsisten menjalankan program tersebut hingga mencapai berat ideal yang diinginkan hanya karena tidak dapat mengekang keinginan untuk mengkonsumsi makanan-makanan favorit yang seharusnya mereka hindari.

Nah, buat kamu yang termasuk di dalam kategori orang yang selalu gagal melakukan berbagai metode diet sebelumnya, mungkin saatnya beralih pada pengaturan pola makan yang sedang tren saat ini dan dikenal dengan  intermittent fasting.

Apa itu intermittent fasting?

intermittent fasting
Sumber: shutterstock.com

Intermittent fasting adalah salah satu metode pengaturan pola makan dan kebugaran yang  banyak diterapkan saat ini. Meski sama-sama bertujuan untuk mengurangi berat badan, tetapi metode ini berbeda dengan diet pada umumnya.

Intermittent fasting bukanlah diet yang membatasi atau melarang apa yang tidak boleh dikonsumsi, melainkan lebih merujuk pada bagaimana mengatur kebiasaan makan, yaitu kapan saatnya boleh makan dan kapan harusnya berhenti makan alias puasa.

Baca Juga: 12 Tips Diet Menurut Zodiak Yang Disesuaikan Dengan Karakter

Tiga metode populer dalam intermittent fasting

intermittent fasting metode populer foto
Sumber: shutterstock.com

Ada beberapa variasi aturan dalam intermittent fasting yang dapat ditentukan sendiri oleh pelakunya. Umumnya di jam-jam puasa, pelaku intermittent fasting diajurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan porsi yang sangat sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali hingga waktu makan tiba.

Puasa dalam intermittent fasting sebenarnya lebih merujuk pada berhenti mengkonsumsi makanan padat, tetapi masih diijinkan untuk mengkonsumsi minuman seperti teh, kopi (tanpa gula), air putih serta minuman non kalori lainnya untuk dapat mengimbangi rasa lapar yang dirasakan.

Berikut ini 3 cara populer yang biasanya diterapkan saat melakukan intermittent fasting:

Metode 16/8

Metode ini membagi hari dengan 16 jam waktu berpuasa dan 8 jam waktu mengonsumsi makanan. Misalnya, kamu menerapkan jam makan siang dari jam 10 pagi hingga jam 6 petang, kemudian dilanjutkan hingga berpuasa selama 16 jam berikutnya.

The 5:2 Diet

The 5:2 Diet menerapkan pengurangan jumlah makanan yang dikonsumsi hingga 25% dari jumlah normal atau sekitar 500 – 600 kalori per hari atau setara dengan satu kali porsi makan. Uniknya, metode ini cukup dilakukan dalam dua hari saja dalam seminggu dengan hari yang tidak berurutan. Sedangkan lima hari lainnya, kamu masih bisa makan secara normal seperti biasanya.

Eat- Stop-Eat

Metode dalam intermittent fasting yang dipopulerkan oleh ahli kebugaran Brad Pillon ini mengharuskan pelakunya untuk tidak mengkonsumsi makanan apapun selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu.

Misalnya, jika kamu selesai makan malam pada hari Senin jam 8 malam, artinya kamu akan makan lagi saat makan malam keesokan harinya di jam yang sama. Itu artinya kamu sudah berhenti makan selama 24 jam penuh.

Metode ini tidak harus dilakukan dalam rentang waktu makan malam, tetapi bisa juga diterapkan pada saat sarapan pagi hingga waktu sarapan berikutnya, sebab hasilnya akan tetap sama.

Manfaat intermittent fasting

intermittent fasting
Sumber: shutterstock.com

Selain demi alasan penurunan berat badan, ada beberapa manfaat lainnya yang mendorong mengapa intermittent fasting ini sangat dianjurkan untuk dilakukan, yaitu:

  1. Menurunkan kadar gula darah dan kadar insulin puasa
  2. Mengurangi risiko terjadinya gangguan pada jantung
  3. Membantu berkembangnya risiko penyakit kanker
  4. Meningkatkan hormon pada otak sehingga dapat membantu pertumbuhan sel saraf baru yang akan melindungi diri terhadap penyakit Alzheimer

Yang penting diingat, untuk menurunkan berat badan dengan menerapkan metode intermittent fasting adalah tetap mengkonsumsi makanan secara normal dalam periode makan dan menerapkan disiplin diri yang serius agar dapat berhasil menjalankannya. Berani menerima tantangan ini, Girls?

Baca Juga: Diet HMR, Janjikan Penurunan Berat Badan 2 Kg Per Minggu, Tertarik?

 

Related Articles