Dampak Negatif Kalau Kamu Terus-terusan Jadi Orang Pasrah dan Penurut

Nov 22, 2017 by Silvia Ayu

Menjadi orang baik pun terkadang serba salah. Saat kita benar-benar ingin membantu orang lain, nggak jarang ini justru jadi bahan bully-an dan dikatai, “sok suci, lho!”. Tapi ketika kita acuh tak acuh, yang keluar dari mulut orang lain adalah, “lo jadi orang nggak peka, ya!”. Akhirnya, kamu pun memilih untuk diam dan menjadi pribadi introvert di zaman yang sudah serba “gila” ini.

Namun sayang, menjadi orang yang terus-terusan diam, pasrah dan penurut itu banyak ruginya, lho. Bukan cuma buat dirimu sendiri, tapi juga orang-orang yang kamu sayangi. Nggak percaya? Nih, Miignon beberkan beberapa dampak negatifnya!

Tentu saja, akan banyak yang menganggap rendah dirimu

giphy.com

“Eh, ngapain repot-repot ngerjain tugas, kan ada Siska yang bisa kita suruh!”

Hidup di lingkungan dengan karakter orang yang berbeda-beda membuatmu seringkali harus berhati-hati. Sifat baikmu terkadang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir pihak saja, tanpa tahu bagaiman sakit dan tersinggungnya kamu. Jangan sampai deh kamu mengalami hal ini!

Untuk itu, bersikaplah tegas karena kamu hidup bukan untuk “memuaskan nafsu” mereka!

Kamu akan banyak kehilangan kesempatan bagus di hidupmu

hilang kesempatan baik pic
pexels.com

Minusnya menjadi terlalu penurut adalah terbiasa mengalami ketertinggalan. Bukan hanya dalam urusan asmara, perkara finansial atau pendidikan pun bisa membuatmu berada jauh di belakang. Lagipula, salah satu tujuanmu hidup itu untuk menciptakan sebuah prestasi, bukan hinaan sana-sini bukan?

Kamu akan sangat sulit mendapatkan teman dan pendamping hidup yang sejalan

pexels.com

Memang, menjadi pendiam dan penurut itu terkadang membawamu kepada kebaikan. Tapi, bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang menganggap ini sebagai hal aneh? Mereka hanya akan menjadikanmu “boneka” dan mungkin selamanya begitu.

Termasuk ketika kamu mencari teman dan pasangan, sifat pendiam dan penurut ini seharusnya segera dihilangkan. Kalau masih dipertahankan, kamu bisa jadi kurang peka untuk menilai apakah mereka ini baik betulan atau hanya pura-pura. Nggak percaya? Coba aja!

Kamu terang-terangan mengingkari nikmat Tuhan, bahwa hidup ini cuma sekali dan harus dinikmati

orang pasrah img
pexels.com

Tuhan memberikanu hati dan otak untuk senantiasa merasa serta berpikir tentang banyak hal. Bukan cuma pandai berdiam diri, pasrah dan menurut pada segala hal, padahal imbasnya belum tentu baik buatmu. Coba deh kamu introspeksi lagi, supaya sedikit demi sedikit bisa lebih menikmati hidup yang cuma sekali ini.

Related Articles