Capek Berantem Terus? Ini 5 Cara Menyudahi Argumen dengan Pacarmu

Feb 07, 2018 by Larissa

Semua pasangan pasti bertengkar. Bahkan pasangan yang paling sempurna sekalipun. Tidak apa, pertengkaran adalah hal wajar. Itu berarti kalian saling care terhadap satu sama lain. Tapi, terkadang satu pertengkaran lebih besar daripada pertengkaran lainnya. Argumen saling dilemparkan dan rasanya ingin cepat menyudahi argumen tersebut dan kembali berbaikan dengan si dia. Untungnya ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan agar pertengkaran bisa langsung kamu sudahi dan membuat situasi menjadi lebih tenang. Cobalah 5 trik di bawah ini!

5 Cara Untuk Menyudahi Argumen dengan Pacar

 

#1. Beranjak pergi

menyudahi argumen dengan pacar photo
Shutterstock

Hal ini patut kamu lakukan bukan karena kamu ingin berhenti bicara dengannya, melainkan mengalihkan perhatiannya. Jika pacarmu sedang bicara padamu, dia pasti sangat berkonsentrasi dengan apa yang dia bicarakan. Dan jika kamu beranjak seakan ingin pergi, pikirannya pasti akan langsung terdistrak, membuat prioritasnya bukanlah menyampaikan argumennya untukmu, melainkan membuatmu untuk tetap tinggal. Dalam waktu sepersekian detik pun, emosinya bisa turun, loh. Dijamin, ketika dia mulai bicara lagi denganmu, pasti nada bicaranya menjadi lebih lembut karena tensinya tidak setinggi sebelum dia terdistraksi.

 

#2. Ubah nada bicaramu

Mengubah nada bicara menjadi lebih rendah dan lembut bukan berarti kamu mengalah, kok. Kamu bisa tetap menyampaikan argumenmu dengan nada yang biasa saja, tanpa pasang urat. Justru, dengan menggunakan nada yang lembut, mood sang pacar akan ikut terbawa denganmu. Sebagai reaksinya terhadap nada bicaramu, secara otomatis dia pasti akan lebih tenang. Dengan membuat nadamu menjadi lembut juga bisa menjadi clue baginya kalau kamu sudah enggak ingin bertengkar dan menyudahi argumen di antara kalian.

 

#3. Katakan kalau kamu mengerti

adu argumen dengan pacar pic
Shutterstock

Memilih kata-kata yang tepat untuk digunakan sangat penting saat bertengkar agar tidak membuat pertengkaran semakin menjadi. Dengan mengatakan hal seperti “Aku hanya ingin memastikan aku mengerti apa yang kamu maksud. Jadi maksud kamu…” dapat membuat pacarmu tahu kalau kamu berusaha untuk berada di posisinya. Perkataan tersebut juga tidak berarti kamu setuju dengan apa argumen pacarmu. Kamu boleh saja mengerti posisi pacarmu, tapi tidak setuju dalam waktu yang sama. Namun pacarmu akan tetap menghargai usahamu yang mencoba untuk mengerti posisinya.

 

#4. Gunakan “aku” bukan “kamu”

Ganti subjek argumenmu dari “kamu” menjadi “aku” untuk menghindari si pacar merasa dipojokkan. Jika kamu mengatakan “Kamu selalu telat”, dia akan merasa kamu menyalahkan dia. Dan hal itu hanya akan membuatnya defensive dan berbalik menyerangmu. Daripada mengatakan hal itu, katakanlah “Aku enggak suka kamu selalu telat.” Kalimat yang menggunakan “aku” sebagai subjek akan menjadi kurang “judgmental” karena kamu terkesan hanya mengungkapkan pendapatmu, bukan menghakiminya.

 

#5. Jangan dibesar-besarkan

Shutterstock

Terkadang jika kita sedang emosi, semua unek-unek rasanya ingin keluar. Kesalahan yang sudah lama terjadi pun muncul ke permukaan. Kamu hanya ingat yang jelek-jelek, dan yang baik-baik dilupakan. Hindarilah semua hal itu. Jika kamu sedang bertengkar dengan masalah A, jangan membawa masalah B dan seterusnya. Selesaikan masalah yang ada di depan mata daripada harus membuat pertengkaran menjadi lebih besar daripada yang seharusnya.

 

Semoga tips di atas bermanfaat, ya!

Related Articles