Berteman dengan Mantan? Yes or No?

by :

Berbicara mengenai mantan, pikiran kita seolah tertuju pada seseorang yang sangat menyebalkan di masa lalu. Tidak cuma menyebalkan, nggak sedikit orang juga yang menganggap mantan adalah ‘guru’ terbaik yang susah untuk dilupakan. Bagaimana tidak, berbagai kenangan dan pembelajaran yang telah dihadirkan masih saja terngiang-ngiang di kepala, bahkan sampai bertahun-tahun. Ternyata, sebegitu hebatnya ya the power of mantan.

Pilihan untuk melupakan atau masih bertahan terhadap masa lalu juga bisa membuat seseorang menjadi bimbang dibuatnya. Jika memilih melupakan, sakit hati pasti akan dirasakan. Tapi jika memilih bertahan, apa keuntungan yang akan didapat? Toh, masa sekarang dan masa depan yang bahagia berhak kita dapatkan bukan?

Ah, tapi ini hanya sebatas pendapat. Coba kita cek dulu pertimbangan-pertimbangan dalam rangka melupakan atau tetap mengingat bahkan berteman dengan mantan berikut ini…

Berteman Dengan Mantan?

Sejatinya, mantan adalah orang yang pernah kita cintai dan sempat mengisi kekosongan hati

Mau tidak mau, orang di masa lalu kita yang disebut mantan ini pernah mengisi hari-hari kita dari kesepian. Jalan-jalan dan makan berdua pasti pernah terjadi dan kalian sangat bahagia dibuatnya. Hanya saja, takdir berkata lain untuk tidak menyatukan cinta kalian. Kata pisah menjadi satu-satunya pilihan karena ternyata, memiliki hobi atau kesenangan yang sama tidak akan pernah cukup untuk menyatukan dua insan. Ini fakta, yang harus setiap orang terima, termasuk kamu juga.

Tapi tidak apa-apa. Dari sini, kamu bisa mengambil hikmah dengan tidak sembarangan memilih pendamping hidup dan pandai mempertimbangkan segala risiko dalam menjalin setiap hubungan yang ada.

Mantan harusnya membuatmu belajar. Belajar bagaimana mengambil sebuah keputusan, sampai jangan gegabah dalam merencanakan masa depan

Sejelek dan sejahat apapun mantanmu, dia adalah orang yang dulu sering kamu cari ketika membutuhkan pundak untuk bersandar. Dia juga sosok yang tidak pernah absen menanyakan kabarmu setiap hari, meski sebenarnya dia tahu bahwa kamu baik-baik saja.

Nah, daripada kamu uring-uringan tidak jelas karena mantanmu ini ternyata menyebalkan, lebih baik kamu berpikir realistis bahwa pasti aka nada saja kejadian-kejadian yang tidak terduga yang terjadi dalam hidup. Salah satunya, adalah kehadiran mantanmu yang mungkin sangat mengganggu akhir-akhir ini. Kamu tinggal menyadari saja, bahwa kehadirannya dulu adalah pembelajaran yang tidak akan didapat di bangku sekolahan, sehingga harganya sangat mahal.

Jalin komunikasi secukupnya, tidak perlu berlebihan dan saling tebar pesona

Kalian itu sudah dewasa dan bukan saatnya menyikapi semuanya dengan bercanda. Jika status yang ada sudah menjadi mantan, rasanya kurang bijak kalau kamu dan dia saling repot-repot mencari nomor telepon atau berkomunikasi secara intim. Bukan untuk apa-apa, ini hanya akan membuatmu rugi segalanya. Rugi waktu, rugi tenaga dan pastinya rugi pulsa.

Kemudian, jika secara tidak sengaja kamu dan dia bertemu dalam sebuah forum, cukup lah saling menyapa tanpa ngobrol macam-macam untuk menghindari risiko mengingat kembali kenangan-kenangan pahit di masa lalu. Kamu tidak mau ‘kan move-on-mu selama bertahun-tahun ini gagal begitu saja?

Tunjukkan bahwa kamu sudah dewasa dan baik-baik saja mesi hidup tanpa dia

Seperti pada penjelasan di poin sebelumnya, kamu harus memegang komitmen untuk move-on secara kuat ketika berkesempatan bertemu dengannya. Buktikan bahwa perpisahan dengannya dulu telah membawa dampak positif dalam hidup, khususnya kedewasaanmu. Jangan ragu untuk menanyakan kabarnya sekarang, meski status kalian sudah menjadi mantan.

Bila perlu, berikan dia motivasi untuk lebih giat lagi dalam menjalani hidup, jika keadannya pada saat itu sedang kurang baik.

So, pilihan untuk berteman atau tidak berteman dengan mantan ada di tanganmu, guys!