9 Makanan Khas Nusantara Kamu Wajib Coba

Apr 03, 2017 by Alifah Puarada

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia sangat kaya. Setiap daerah punya dialek bahasa, adat istiadat, local wisdom, hingga makanan khas masing-masing. Khusus makanan khas, Indonesia punya banyak sekali. Bahkan kadang satu jenis makanan terdiri dari beberapa versi.

Kamu mungkin akan lelah kalau disuruh mencoba satu per satu dari semua makanan khas di seluruh nusantara saking banyaknya. Tapi setidaknya, 9 makanan khas nusantara dari berbagai daerah di Indonesia di bawah ini kamu harus coba.

9 Makanan Khas Nusantara yang Wajib Dicoba!

Lotek, Gado-Gado, dan Karedok

Sumber Gambar : satujam.com

Ketiga makanan ini terlihat serupa. Sama-sama sayuran yang disiram bumbu kacang. Nggak heran banyak yang bingung apakah ketiganya berbeda atau sama. Meski sama-sama disiram saus kacang yang rasanya pedas-manis-gurih, tiga makanan khas nusantara ini berbeda.

Lotek, atau kadang disebut pecel memiliki ciri sayurannya direbus. Biasanya memakai daun bayam, kangkung, kacang panjang, tauge, bunga turi, dan kol. Saus kacangnya diberi tambahan bumbu kencur. Gado-gado hampir sama dengan lotek, namun bumbu kacangnya nggak pakai kencur dan kadang ditambah potongan tahu goreng, telur rebus, dan potongan mentimun segar. Sementara karedok agak mirip salad namun dressingnya bumbu kacang, yaitu sayurannya segar, bukan rebusan.

Baik lotek, gado-gado, maupun karedok bisa dimakan begitu saja atau dimakan bersama nasi atau lontong dan kerupuk.

Pecel Lele

Meski namanya pecel, makanan satu ini sangat berbeda dengan pecel atau lotek di atas. Pecel lele merupakan ikan lele goreng yang disajikan bersama sambal tomat dan lalapan, biasanya si lele goreng digeprek pakai ulekan bekas sambal lalu si sambal dituang di atasnya.

Pecel lele nggak terbatas hanya ikan lele saja. kadang si ikan diganti ayam goreng, ati goreng, bebek goreng, ikan bawal goreng, dan sebagainya. Tapi kalau ayam dan lain-lain biasanya disebut penyet. Pecel lele dan penyet biasa dijual di warung-warung tenda lesehan dan biasanya berjejeran di pusat-pusat jajanan rakyat di sekitar kampus atau di kompleks pelajar.

Gudeg

gudeg - makanan khas nusantara pic
Sumber Gambar : cumibunting.com

Makanan yang satu ini khas dari DI Yogyakarta. Makanya sering disebut gudeg jogja. Gudeg (dibaca gudheg) terbuat dari nangka muda yang dimasak bersama santan, gula merah, daun jati, dan bumbu lain. Proses memasaknya sangat lama sampai si nangka muda berwarna cokelat kemerahan seluruhnya. Gudeg umumnya disajikan bersama nasi putih, telur bacem, sambal goreng krecek, dan sejumlah pelengkap lain.

Selat Solo

Sesuai namanya, Selat Solo merupakan masakan dari Solo, Jawa Tengah. Nggak benar-benar berasal dari Solo tapi lebih seperti fusion Solo-Eropa. Meski penamannya mengacu pada kata “salad”, Selat Solo lebih menyerupai steak dari pada salad.

Selat Solo ini fokus utamanya adalah daging sapi rebus dan disajikan dengan siraman kuah encer manis dan sayur-sayuran rebus. Kuah encer tersebut dibuat dari bawang putih, kecap manis, cuka, kecap inggris, dan air serta diberi bumbu pala dan lada. Sayurannya mirip dengan penyajian steak pada umumnya, yaitu buncis, wortel, kentang, dan brokoli.

Dulunya, Selat Solo hanya dikonsumsi oleh keluarga keraton saja. Sekarang, Selat Solo kerap ditemui di acara-acara pesta atau resepsi pernikahan di daerah Surakarta dan sekitarnya.

Rujak Cingur

Rujak Cingur merupakan makanan khas nusantara dari Surabaya, Jawa Timur. Cingur sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya mulut. Dalam hidangan Rujak Cingur memang terdapat irisan mulut sapi rebus. Tentu saja isinya bukan hanya mulut sapi.

Rujak Cingur berisi irisan buah (umumnya mentimun, bengkuang, nanas, mangga muda, dan kedondong), lontong, tahu tempe goreng, sayur-sayuran, dan tentu saja potongan mulut sapi rebus. Semua bahan itu diulek bareng saus kacang seperti lotek dengan tambahan bumbu petis udang dan irisan pisang klutuk muda.

Opor, Gulai, Kalio, dan Rendang

Opor, gulai, kalio, dan rendang adalah makanan khas nusantara yang bahan utamanya santan. Meskipun sama-sama santan, keempat hidangan ini berbeda tampilannya.

Opor merupakan masakan dari Jawa, merupakan sajian khas bersama ketupat saat idul fitri. Kuah opor terbuat dari santan encer berwarna kuning. Dilihat dari warnanya yang kuning, sudah pasti terdapat kunyit dalam rangkaian bumbu opor. Isi opor seringnya daging ayam, kadang juga dicampur telur rebus dan tahu.

Sementara gulai, kalio, dan rendang merupakan masakan asal Sumatera. Ketiganya umumnya berisi danging merah, tapi bisa juga daging ayam, telur, atau ikan. Ketiga makanan ini sama bumbunya, terdapat cabai giling, asam kandis, dan tentu saja santan kental. Perbedaannya terletak pada langkah memasak dan tampilannya.

Jika daging sudah matang namun kuah santan belum menyusut, masih berwarna kemerahan sudah diangkat, hidangan tersebut bernama gulai. Jika proses memasak masih berlanjut hingga kuah menyusut menjadi sangat kental berwarna cokelat, hidangan tersebut bernama kalio. Dan jika proses memasak masih dilanjutkan hingga kuah benar-benar kering berwarna cokelat gelap kehitaman namun berminyak, itulah rendang.

Soto-Sotoan : Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Lamongan

soto khas nusantara img
Sumber Gambar : ratukuliner.com

Pada dasarnya soto merupakan hidangan berkuah yang disajikan dengan perasan jeruk nipis dan kecap. Nah, soto ini banyak sekali jenisnya di Indonesia. Bisa dibilang, masing-masing daerah punya soto sendiri. Yang paling terkenal adalah Soto Kudus, Soto Lamongan, dan Soto Betawi.

Soto Kudus tentu saja berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Ciri khasnya adalah kuahnya bening, isinya suwiran daging ayam atau daging kerbau, irisan kol, dan tauge.

Soto Lamongan juga berkuah bening namun agak berminyak berkat bumbu koya yang menjadi ciri khasnya. Selain irisan sayur dan potongan daging ayam, Soto Lamongan biasanya juga dilengkapi bihun. Sedangkan Soto Betawi memiliki kuah kental karena penggunaan santan, ada juga yang dicampur susu.

Sate-Satean : Sate Ayam, Sate Kambing, Sate Padang, Sate Bunthel, Sate Lilit

Pada dasarnya sate adalah potongan daging yang ditusuk pada sebilah bambu lalu dimasak dengan cara dibakar di atas bara arang. Penyajiannya dengan disiram saus. Seperti soto, sate juga salah satu makanan khas nusantara yang banyak jenisnya. Ada yang dinamakan sesuai asal daerah atau berdasarkan bahan bakunya. Yang paling populer ada sate ayam, sate kambing, sate padang, sate bunthel, dan sate lilit.

Sate ayam yang dimaksud adalah sate ayam khas madura, yaitu potongan daging ayam tusuk yang dibakar lalu disajikan dengan saus kacang kecap. Untuk sate kambing biasanya hanya dibumbui kecap manis dengan potongan cabai, bawang merah, dan tomat segar. Sate kambing harus disajikan bersama potongan mentimun dan tomat yang bertujuan mencegah tekanan darah tinggi.

Sate padang dibuat dari daging ayam. Bedanya, saus sate padang yang seperti bubur terbuat dari adonan air kaldu kental, kacang, dan rempah-rempah. Sate bunthel berasal dari daerah Solo. Bukan potongan daging, sate bunthel menggunakan daging giling yang dibungkus lemak. Sedangkan sate lilit yang berasal dari Bali juga menggunakan daging giling namun dicampur kelapa parut dalam adonannya, dan menggunakan batang serai sebagai tusuk satenya.

Keluarga Mie : Mi Jawa, Mi Tek-Tek, Mi Aceh, Mi Gomak

Indonesia juga kaya akan variasi masakan mi. Di sekitar Jogja, ada bakmi Jawa yang berkuah becek dengan rasa cenderung manis. Dari Bandung ada mie tek tek yang tampilannya kering berminyak dengan warna kecokelatan. Biasanya disajikan bersama acar mentimun dan kerupuk. Dari Aceh ada mie Aceh yang mienya tebal, dilengkapi irisan daging dan seafood bersama kuah kari. Sedangkan dari Sumatera Utara ada mie gomak yang tampilannya mirip spageti berkat mienya yang besar dan kuah putih kentalnya.

Related Articles