6 Makanan Khas Imlek, Gak Cuma Enak Tapi Penuh Makna Filosofis

Feb 14, 2018 by carmelw

Salah satu tradisi yang tidak pernah dilewatkan saat perayaan Imlek adalah acara jamuan makan bersama dengan keluarga besar. Umumnya, hidangan yang disajikan sarat dengan makna simbolis yang dianggap membawa keberuntungan di tahun berikutnya.

Pemaknaan pada masing-masing makanan khas Imlek tersebut biasanya didasarkan pada pengucapan nama menu atau dari cara penyajiannya yang melambangkan kebahagiaan, umur panjang, rejeki yang melimpah, serta kemakmuran bagi yang menyantapnya.

Berikut ini Miignon akan merangkum beberapa makanan yang selalu terhidang saat Imlek sekaligus makna yang ada di dalam setiap menunya.

6 Makanan Khas Imlek Yang Wajib Ada

 

Mie panjang umur

makanan khas imlek
Sumber: pxhere.com

Mie panjang umur merupakan salah satu hidangan yang wajib ada setiap kali perayaan Imlek. Menu ini harus dihidangkan tanpa terputus dari ujung ke ujung sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi juru masaknya.

Mie panjang umur biasanya disajikan dengan cara digoreng bersama dengan irisan jamur shiitake, bok choy yang dibumbui dengan kecap dan jahe. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa sajian mie panjang umur mewakili harapan akan hidup yang panjang, bahagia, serta diberikan kesehatan di tahun berikutnya.

Jiaozi

makanan khas imlek
Sumber: pxhere.com

Jiaozi atau yang dikenal dengan nama kuo tie merupakan pangsit dengan isian daging babi, sayuran, dan udang yang dicincang. Hidangan ini merupakan salah satu makanan tradisional ini melambangkan kebersamaan dalam keluarga. Jiaozi dibentuk mirip dengan uang kuno penduduk  China dan merupakan makanan penting yang wajib disajikan karena melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Uniknya, beberapa di antara masyarakat Tionghoa hingga saat ini akan memasukkan uang koin ke dalam jiaozi,  dan siapa yang beruntung menemukannya akan dilimpahi rejeki yang berlimpah sepanjang tahun.

Jeruk Mandarin

makanan khas imlek
Sumber: pxhere.com

Buah jeruk ternyata merupakan perlambang kemakmuran dan kekayaan. Itulah mengapa buah jeruk, terutama jenis jeruk keprok atau jeruk mandarin, wajib disajikan dan diberikan sebagai hadiah. Makanan khas Imlek ini disimbolkan sebagai pembawa keberuntungan bagi penerimanya. Selain itu buah jeruk yang diberikan sebisa mungkin masih memiliki daun di tangkainya yang akan menandakan adanya kehidupan dan kesejahteraan.

Kue keranjang

kue keranjang pic
Sumber: shutterstock.com

Perayaan Imlek tidak akan lengkap tanpa adanya sajian kue keranjang atau yang biasanya disebut dengan Nian Gao. Nian dalam bahasa Tionghoa berarti tahun, sementara gao memiliki arti kue yang juga terdengar seperti kata tinggi. Itulah sebabnya, kue mangkok kerapkali disusun secara bertingkat dengan harapan adanya peningkatan rejeki atau kemakmuran sepanjang tahun.

Di samping itu, makanan khas Imlek berbahan dasar tepung ketan dan gula merah yang  memiliki tekstur lengket dan manis ini melambangkan  harapan keluarga agar dapat tetap bersatu sesuai dengan bentuk kuenya yang bulat.

Manisan segi delapan

makanan khas Imlek
Sumber: https://www.flickr.com/photos/hale_popoki/98153008

Saat Imlek tiba, biasanya kita akan menjumpai suguhan manisan yang disajikan dalam wadah berbentuk segi delapan atau biasa dikenal juga sebagai tray of togetherness. Makanan khas Imlek yang satu ini memang unik karena punya nilai filosofis yang tinggi. Segi delapan yang dalam penulisan angkanya menyambung garis tak terputus satu sama lain konon melambangkan kesatuan dan kesempurnaan serta keberuntungan dalam tradisi Tionghoa.

Tray of togetherness umumnya berisi manisan yang berasal dari buah-buahan atau biji-bijian yang dikeringkan. Setiap jenis manisan yang disajikan biasanya melambangkan makna tersendiri, misalnya jeruk kumkuat sebagai simbol kemakmuran, leci sebagai lambang ikatan keluarga, ataupun biji teratai yang melambangkan kesuburan.

Yee Sang

arti makanan khas Imlek img
Sumber: shutterstock.com

Makanan  khas Imlek terakhir yang akan Miignon bahas adalah Yee Sang. Konon, Yee Sang merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak 1.500 tahun lalu dan berasal dari kawasan pantai selatan Cina. Prosesi menyantap Yee Sang biasanya selalu dinanti-natikan oleh seluruh anggota keluarga baik tua maupun muda.

Yee Sang adalah salad ikan tuna atau salmon segar dengan irisan sayur lombak atau wortel yang disajikan bersama saus yang terbuat dari campuran minyak wijen, saus buah plum, gula pasir, dan kayu manis. Setiap unsur makanan yang terdapat dalam sajian Yee Sang pasti memiliki makna tersendiri. Misalnya sayuran yang diiris memanjang artinya mengharapkan rejeki yang didapat tidak terputus, dan lain sebagainya.

Sesuai dengan tradisinya, Yee Sang harus diaduk bersama-sama dengan menggunakan sumpit lalu diangkat setinggi mungkin. Siapa yang bisa mengangkat paling tinggi dimaknai dengan keberuntungan yang menyertainya sepanjang tahun.

Selain lezat, makanan khas Imlek juga sarat makna dan harapan yang terkandung di dalamnya ya, Girls.  Namun, jika kamu ingin menghidangkan makanan di luar yang telah Miignon bahas, cari tahu dahulu maknanya ya. Sebab, ada juga makanan yang justru pantang disajikan saat perayaan Imlek seperti bubur yang melambangkan kemiskinan atau bihun yang melambangkan kehancuran.  

Buat kamu yang merayakan, Miignon ucapkan Happy Chinese New Year ya. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh kemakmuran dan keberuntungan bagi kita semua.

 

Related Articles