5 Standar Kecantikan di Media yang Sebenarnya Nggak Perlu Kamu Ikuti

by :

Jika kamu memperhatikan, media di Indonesia hingga saat ini masih mempromosikan standar kecantikan yang membuat masyarakat khususnya perempuan berusaha agar menjadi “sempurna”. Banyak perempuan yang rela untuk melakukan banyak hal demi memiliki menjadi sosok perempuan ideal yang digambarkan di media. Ketimbang mendukung perempuan Indonesia untuk mencintai diri sendiri dan menganggap diri mereka cantik, media di Indonesia justru malah membuat standar kecantikan yang sebenarnya hanya merugikan kaum perempuan. Standar kecantikan yand dibangun oleh media ini seperti brainstorming di masyarakat.

Bukan hanya perempuan yang termakan oleh ide mengenai sosok perempuan ideal yang dibanggakan oleh media, tetapi juga para pria. Hal ini membuat mereka berpikir bahwa jika seorang perempuan memiliki ciri-ciri yang bertolak belakang dengan standar kecantikan di media, maka mereka tidak pantas untuk disebut cantik. Miris sekali bukan? Padahal, sebenarnya standar kecantikan yang mereka gembar-gemborkan  itu tidak perlu diikuti oleh setiap cewek dan justru sebaiknya diberantas, karena malah memberikan efek negatif di kehidupan sosial. Nah, apa saja sih standar kecantikan di media yang nggak perlu diikuti oleh setiap perempuan?

5 Standar Kecantikan di Media yang Tidak Perlu Kamu Ikuti

1. “Perempuan cantik itu rambutnya harus panjang dan lurus.”

Sumber: blogspot.com

Kalau kamu memperhatikan iklan-iklan sampo di televisi dan majalah, mereka selalu menjadikan seorang model yang memiliki rambut panjang dan lurus. Jarang sekali iklan sampo yang memasang model berambut keriting atau pendek. Mengapa demikian? Padahal kan model rambut perempuan Indonesia itu beragam. Pada awal tahun 2000, hampir semua salon di Indonesia mempromosikan pelurusan rambut. Perhatikan juga perempuan-perempuan dalam sinetron yang menjadi idola para remaja, tebak apa kesamaan dari mereka? Mereka sama-sama memiliki rambut lurus dan panjang. Standar kecantikan ini hanya membuat para perempuan menjadi insecure dengan model rambut mereka.

2. “Perempuan baru bisa dibilang cantik kalau tubuhnya langsing.”

Sumber: i.dailymail.co.uk

Meskipun Indonesia memiliki berbagai media konvensional dan online yang mengusung tema berbeda, namun mereka semua pasti memiliki satu pembahasan yang nggak pernah absen dari rubrik mereka, yakni tips diet untuk wanita. Diet selalu diidentikan dengan wanita. Ketimbang menyerukan perempuan untuk memiliki tubuh yang sehat, mereka seakan menyuruh perempuan agar berdiet demi mendapatkan bentuk tubuh yang langsing dan berat badan yang ideal. Sering kan menjumpai majalah online yang memberikan tips diet dengan headline seperti ‘Tips Diet Ala Kendall Jenner’ atau ‘Rahasia Tubuh Langsing Syahrini’? Tetapi, apakah definisi perempuan cantik itu harus memiliki tubuh langsing seperti para selebriti tersebut? Tentu saja tidak. Beauty comes in all shapes and sizes

3. “Perempuan ideal harus memiliki kulit yang putih dan mulus.”

kulit putih dan mulus pic
Sumber: lensaremaja.com

Satu lagi nih, standar kecantikan di media yang menyebalkan. Selain rasis, standar kecantikan yang satu ini juga nggak masuk akal. Bagaimana dengan para perempuan yang memang terlahir dengan kulit gelap? Apakah mereka nggak bisa disebut cantik? Selain itu, perempuan juga seolah dituntut untuk memiliki kulit yang mulus yang artinya yakni tanpa flek hitam, jerawat, bekas luka, atau bahkan bulu. Hal ini sangat menyedihkan, sebab banyak perempuan yang rela menghabiskan banyak uang demi memiliki kulit yang ‘sempurna’ menurut media.

4. “Perempuan seksi itu adalah yang bibirnya tebal.”

bibir tebal standar kecantikan di media img
Sumber: The Odyssey Online

Saat ini bibir tebal menjadi tren kecantikan yang nggak hanya populer di Indonesia saja, tetapi hampir di seluruh duinia. Mengapa demikian? Karena menurut standar kecantikan di media, perempuan yang memiliki bibir tebal dianggap lebih seksi ketimbang mereka yang tidak. Definisi seksi yang nggak masuk akal bukan? Masalahnya, nggak semua perempuan terlahir dengan bibir tebal seperti Angelina Jolie. Sebagian wanita pun rela mengubah bentuk bibir mereka agar terlihat lebih tebal, salah satu selebriti yang sukses mempopulerkan tren ini adalah Kylie Jenner (memang ini pilihan dia sih, tetapi kamu nggak harus melakukannya juga).

5. Perempuan yang punya mata besar lebih menarik

punya mata besar lebih menarik img
Sumber: hdwallpaperbackgrounds.net

Nah, yang satu ini adalah tren kecantikan yang sangat populer di Asia, termasuk di Indonesia. Tren mata besar ini mulai populer setelah kemunculan model legendaris asal Inggris, Twiggy, dan setelah itu tren mata besar ini menyebar ke berbagai negara hingga saat ini. Ladies, kamu pun tahu bahwa nggak semua orang terlahir dengan mata besar seperti Mila Kunis atau Emma Stone, and that is okay! Karena kecantikanmu nggak semata-mata didefinisikan dari seberapa besar ukuran matamu.

Selain lima hal di atas, menurutmu apa lagi kecantikan di media yang nggak perlu diipenui oleh setiap cewek?