5 Jenis Behel Gigi Ini Wajib Kamu Tahu Sebelum Menggunakannya

Jul 13, 2018 by carmelw

Memiliki bentuk gigi yang tidak rata seringkali membuat  banyak orang merasa kurang percaya diri. Nggak heran, jika kemudian mereka memutuskan untuk menggunakan kawat gigi atau yang populer dengan sebutan behel gigi untuk membuat tatanan giginya menjadi lebih rapi sehingga lebih percaya diri dalam berpenampilan. Namun, selain demi alasan penampilan ternyata penggunaan behel gigi juga berpengaruh pada peningkatan kesehatan individu, di mana susunan gigi yang tidak rapi dapat mempengaruhi ketidaksempurnaan proses pengunyahan yang akan menimbulkan masalah dalam pencernaan.

Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan pada anak usia 8-14 tahun di saat gigi permanen sudah tumbuh. Namun, tidak ada kata terlambat bagi orang dewasa yang ingin melakukannya, sebab kawat gigi akan bekerja dengan sama baiknya pada usia berapapun. Hanya saja, pada orang dewasa jangka waktu pemakaiannya lebih lama yang disebabkan karena makin kompleksnya permasalahan yang terjadi, termasuk karena faktor tulang wajah yang tidak lagi berkembang.

Selain itu, yang benar-benar harus diperhatikan oleh setiap orang, bahwa kawat gigi sebenarnya tidak cocok bagi mereka yang memiliki kondisi gusi lemah atau dengan kesehatan gigi yang buruk. Karenanya, diperlukan proses konsultasi dengan dokter gigi yang berkompeten dalam bidangnya, untuk melihat sejauh mana pentingnya penggunaan kawat gigi dan juga jenis atau tipe kawat gigi seperti apa yang sebaiknya digunakan.

Jenis behel gigi beragam, pilih sesuai kebutuhan

Penggunaan dan pemilihan kawat gigi memang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, demi meminimalisir efek yang terjadi dari pemakaiannya. Ada berbagai jenis behel gigi yang seringkali ditawarkan untuk proses penataan gigi, berikut ini lima di antaranya.

Behel metal

jenis behel
Sumber: shutterstock.com

Behel metal merupakan salah satu jenis behel yang cukup populer dan umum digunakan. Behel jenis ini umumnya dibandrol dengan biaya yang lebih terjangkau serta bisa diterapkan untuk berbagai permasalahan gigi baik ringan hingga berat. Uniknya, behel metal dapat dikombinasikan dengan karet elastis berwarna-warni yang akhirnya kemudian menjadi tren fashion yang sempat viral belakangan ini. Dalam penggunaannya, behel metal membutuhkan perawatan yang rutin untuk memaksimalkan pemakaiannya, terutama terkait dengan daya elastisitas karetnya yang mudah berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Behel keramik

jenis behel
Sumber: shutterstock.com

Behel yang terbuat dari keramik atau sapphire ini memiliki warna yang serupa dengan gigi sehingga bisa dibilang transparan atau nyaris tidak terlihat penggunaannya. Sayangnya, behel yang masih tetap menggunakan karet dan kawat lengkung transparan ini memiliki kekuatan yang lebih rendah dibandingkan behel metal sehingga tidak cocok untuk diterapkan pada kasus-kasus yang berat.

Baca Juga: Jangan Korbankan Diri Demi Gaya, Ini Bahaya Fatal di Balik Kawat Gigi Palsu

Behel damon

jenis behel
Sumber: shutterstock.com

Behel damon atau behel self ligating sebenarnya mirip dengan behel metal, tetapi memiliki pengunci tersendiri. Banyak orang memilih menggunakan behel jenis ini karena tidak menimbulkan rasa sakit serta terbukti mempercepat proses perawatan karena gigi lebih mudah bergerak jika dibandingkan dengan jenis behel lainnya. Selain itu behel damon dinilai lebih higienis karena tidak menggunakan karet elastis yang diyakini menjadi tempat bersarangnya kuman dan plak pada gigi.

Behel lepasan

jenis behel
Sumber: shutterstock.com

Behel lepasan merupakan salah satu jenis behel yang tidak dipasang secara permanen dan biasanya digunakan pada kasus-kasus penataan gigi yang ringan terutama pada anak-anak dalam usia pembentukkan gigi. Behel jenis ini umumnya terbuat dari bahan metal serta mudah untuk dilepas pasang, tetapi tetap harus sesuai dengan rekomendasi dokter gigi.

Behel lingual

jenis behel
Sumber: shutterstock.com

Behel lingual termasuk jenis behel yang mahal jika dibandingkan dengan lainnya. Sebab, behel yang dipasang di bagian belakang gigi dan membuat pemakainya tidak terlihat memakai behel ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi saat pemasangannya.

Memasang kawat atau behel gigi bukanlah tanpa risiko, setidaknya munculnya sariawan akibat gesekan kawat dengan bibir umum terjadi dalam masa pemakaiannya. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk memasangnya pada dokter gigi yang berkompeten dalam bidang ortodonti untuk meminimalisir risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada kesehatan mulut dan gigi.

Baca Juga: Sebelum Memutuskan Pakai Kawat Gigi, Kamu Harus Pertimbangkan Dulu 5 Hal Ini

 

Related Articles