4 Cara Menjadi Generasi Milenial Idaman dan Jauh dari Tekanan Hidup!

Jul 11, 2018 by Silvia Ayu

Menjadi generasi milenial memang susah-susah gampang. Zaman di mana semua orang susah membedakan mana privasi dan mana yang bukan ini menjadikan generasi mudanya lebih susah dalam bersikap. Ya nggak bisa disalahkan juga, hal ini sudah terlanjur membudaya dan terlalu berat untuk dihilangkan. Wah, ternyata berat juga ya pekerjaan rumah generasi milenial ini?

Berangkat dari situ, Miignon ingin ‘menyelamatkanmu’ sebagai generasi milenial supaya hidupmu jauh lebih tertata dan jauh dari tekanan. Caranya adalah, kamu harus tahu dulu kebiasaan jelek apa saja yang harus dihindari, khususnya di era milenial ini!

Tips Menjadi Generasi Milenial Idaman

Kurang-kurangi bertindak bodoh di sosial media

https://unsplash.com/photos/X_aSqafYK6s

Menyebarkan hate comments di sosial media terutama Instagram bukanlah perbuatan terpuji. Mungkin kamu puas pada awalnya, tapi tahukah kamu bahwa dampaknya akan terasa begitu lama? Kamu pun telah menyandang predikat sebagai provokator kalau hobi melakukan ini demi kepuasan pribadi. Toh, apa sih faedahnya?

Nggak perlu ikut-ikutan tren, meski semua temanmu melakukannya

https://unsplash.com/photos/DUC0SNRxQIU

Salah satu kendala hidup di era milenial adalah tetap menjadi diri sendiri. Seolah-olah kamu nggak keren kalau misalnya nggak ikut tren yang temanmu ikuti. Nah, apakah kamu lebih memilih hidup nggak nyaman hanya demi predikat ‘keren’ ini? Atau, kamu tetap menjadi diri sendiri tapi hidupmu jauh dari tuntutan dan berjalan seimbang sesuai kehendakmu.

“Eh, kok lo nggak pakai tas branded sih! Dasar udik lo!”

“Yaelah, kok masih pakai lip balm sih hari gini? Pakai lipstik matte dong biar kekinian!”

Jangan cuma di dunia maya, jadilah ‘pemenang’ di dunia nyata!

https://unsplash.com/photos/qrMLvb60_rg

Kalau kamu hanya berani bersuara di dunia maya sementara sangat pendiam di dunia nyata, itu terbalik namanya. Hidupmu pun jauh dari keseimbangan kalau kamu telah melakukannya selama ini. Coba deh lebih dominan di dunia nyata, misalnya dengan memiliki banyak teman ‘nyata’ di banding yang ‘maya’. Dengan begini, kamu akan terbebas dari palsunya kesenangan di dunia maya.

Sosial media bukanlah kebutuhan primer, kalau kamu belum tahu fungsi sebenarnya!

https://unsplash.com/photos/nF8xhLMmg0c

Salah, kalau selama ini kamu menganggap eksis di dunia maya jauh lebih penting di banding punya banyak relasi di dunia nyata. Ya, hidupmu yang masih muda ini harusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Percayalah, sosial media akan memberikan dampak positif kalau kamu pun bijaksana dalam penggunaannya. Tapi, bagaimana denganmu yang sudah terlanjur ‘mendewakan’ sosial media sampai lupa bahwa kamu masih punya banyak hal berharga di dunia nyata!

Mengapa Miignon mengaitkan artikel ini dengan dunia maya? Yup, supaya kamu sadar kalau sebagian besar kehidupanmu sudah tersita di dunia maya! Pahamilah, membuat mentalmu kembal sehat itu butuh waktu yang lama, kalau nggak berubah dari sekarang mau kapan lagi?

Related Articles